Jelang Debat, Polres Jaksel Intensifkan Pengamanan

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Kamis, 17 Jan 2019, 12:16 WIB Politik dan Hukum
Jelang Debat, Polres Jaksel Intensifkan Pengamanan

ANTARA FOTO/Reno Esnir

MENJELANG debat perdana Pilpres yang digelar Kamis (17/1) malam, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Indra Jafar menyebut pihaknya melakukan pengamanan secara intensif di lapangan. Menurutnya pengamanan debat di Hotel Bidakara dibantu TNI.

"Malam ini, kita menyiapkan pengamanan dengan personel sejumlah 2 ribu, dengan sistem pengamanan yang kita bagi dalam 4 ring. Ring 1 di dalam hall birawa, sekitar hall birawa itu 1A. Yang dua itu di bawah. Yang tiga di pelataran sekitar Bidakara ini. Kemudian yang empat di luar di jalan. Kita dibantu unsur TNI, dengan kekuatan yang mereka turunkan untuk membackup kita," ungkapnya saat dihubungi, Kamis (17/1).

Menurut Indra, bantuan pengamanan dari TNI semata dilakukan karena membutuhkan personel yang banyak dengan tujuan agar debat perdana pilpres berlangsung lancar dan aman.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa semua lokasi yang akan dilintasi peserta debat akan diamankan.

"Semua lokasi yang akan dilintasi peserta semua kita amankan dan semua wilayah DKI semua siaga mengantisipasi dan betul mendukung kegiatan ini agar lancar. Semua akan berkomunikasi terus," ujarnya.

Baca juga: Jelang Debat, Ma'ruf Amin Main Bareng Cucu

Kemudian Indra membenarkan panitia sudah menyiapkan satu lapangan bola di belakang area bagi pendukung masing-masing paslon yang ingin nonton bareng debat.

"Tempatnya sengaja dipisah (nobar) agar khusus di area ini benar-benar tertib. Di sana tempatnya juga sangat memungkinkan karena tidak menggangu arus lalu lintas. Di lapangan bola sudah di pasang dua screen, tujuannya untuk ditonton oleh massa paslon masing-masing, memang dipisah kiri dan kanan," katanya.

Selanjutnya, Indra menuturkan, di dalam venue debat ada 500 orang undangan peserta debat dengan 200 orang untuk kedua pendukung paslon, 300 orang dari undangan KPU. Di luar undangan, menurutnya, tidak bisa masuk ke dalam venue karena adanya sistem ticketing, yaitu penukaran barcode yang dilakukan secara ketat.

"Begitu datang undangan ditukar dengan gelang barcode. Jadi kalau A yang masuk ya A saja yang masuk, dia tidak boleh lagi manggil orang lain yang tidak punya gelang itu. Tujuannya membatasi yang masuk karena kapasitasnya memang terbatas sekali. Mereka semua duduk, sehingga acara itu benar-benar tertib," jelasnya

Bagi yang tidak datang untuk nobar di lapangan Hotel Bidakara, Indra mengimbau kepada masyarakat untuk nobar di beberapa tempat yang sudah disiapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Silakan bisa dimanfaatkan (tempat nobar lain). Atau juga masing-masing bisa dari rumah (menyaksikan debat). Saya pikir itu akan jauh lebih baik. Dari pada beramai-ramai di sini buat situasi macet. Saya mengimbau juga ke semua pihak mari kita ikuti aturan yang sudah disepakati." tandasnya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More