Hukum Berat Mafia Sepak Bola Indonesia

Penulis: Satria Sakti Utama Pada: Kamis, 17 Jan 2019, 04:30 WIB Olahraga
Hukum Berat Mafia Sepak Bola Indonesia

Antara

SATUAN Tugas (Satgas) Antimafia Bola bentukan Polri terus bergerak membersihkan sepak bola Indonesia dari oknum-oknum tidak bertanggung jawab. Terakhir, seorang anggota Departemen Wasit PSSI bernama ML ditangkap, Selasa (15/1).

Hal itu membuat PSSI kembali mendapat­kan pukulan telak setelah sebelumnya be­bera­pa pejabat terasnya juga diamankan dalam kasus pengaturan skor dan suap. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI Gusti Randa yang ditemui seusai mengikuti rapat kerja (raker) dengan Komisi X DPR RI di Jakarta mengaku terkejut akan kabar tersebut.

“Kalau dalam posisi federasi pasti membuat kaget karena dalam 2.600 pertandingan tahun ini yang kita bayangkan tidak mulus itu masalah keamanan. Jadi, ketika ada pengaturan skor, lalu melibatkan perwasitan, melibatkan anggota Exco, jadi sangat mengaget­kan,” jelas mantan Ketua Umum Asosisasi Provinsi PSSI DKI Jakarta tersebut.

Gusti menambahkan PSSI memberikan apresiasi kepada pihak kepolisian karena telah mengungkapkan dan menyelisik peran ML. Ia pun mendukung penegakan hukum po­sitif yang dilakukan kepolisian saat ini.

“PSSI tidak masalah atas tugasnya di PSSI karena kami bisa menugasi siapa pun. Arti­nya, kami juga punya asosiasi wasit. Jadi, yang bersangkutan monggo bertanggung ja­wab atas tindakan pidana yang dia lakukan. Kami masih memiliki banyak orang,” imbuhnya.

Sebelumnya, Ketua Tim Media Satgas Antimafia Bola Kombes Argo Yuwono menyebut ML menjadi salah satu otak utama dalam proses pengaturan skor. Ia memiliki wewe­nang untuk penentuan wasit yang bakal di­tugaskan dalam suatu pertandingan.

Selain ML, Satgas Antimafia Sepak Bola se­belumnya juga menetapkan empat ­orang lain dengan inisial CH, DS, P, dan MR sebagai tersangka. Namun, hingga saat ini belum diketahui jelas peran setiap tersangka.

Hukuman berat
Di sisi lain, manajer Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani melalui kuasa hukumnya Boyamin Saiman mengklaim tertangkapnya ML merupakan berkat bukti yang disampaikan mereka. Lasmi disebut telah menyerahkan bukti rekaman yang menunjukkan suap senilai Rp10 juta kepada ML.

“Sebelumnya (sekitar 10 hari yang lalu) Lasmi Indaryani telah punya peran atas tertangkapnya ML atau BM, berupa menyerahkan bukti rekaman adanya penerimaan sejumlah uang sebanyak Rp10 juta oleh BM atau ML tersebut. Atas bukti rekaman inilah tampaknya Satgas kemudian mengembangkan dan menemukan bukti dugaan keterlibatan ML atau BM serta kemudian menangkapnya,” tulis pernyataan yang disampaikan Boyamin.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjai­fudian berharap ada hukuman seberat-beratnya bagi para perusak nilai-nilai sportivitas di dunia sepak bola Indonesia. Politikus asal Kalimantan Timur itu juga berencana memanggil PSSI dalam rapat kerja yang lebih intensif demi menggali fakta-fakta lainnya.

“Kalau pelanggaran pidana harus dihukum seberat-beratnya. Kalau ada sanksi sosial tidak ternilai, apalagi di dunia olahraga yang mau memunculkan sportivitas. Jadi, kami ingin dari Komisi X ingin tahu dari PSSI dengan kejadian ini bagaimana, respons yang dimunculkan kami ingin tahu. Kalau dari sisi luar, kami mendorong aparat untuk membongkarnya,” jelasnya. (R-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More