Kesampingkan Data BPS, Kementan Yakin Produksi Padi 84 Juta Ton

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Rabu, 16 Jan 2019, 11:12 WIB Ekonomi
Kesampingkan Data BPS, Kementan Yakin Produksi Padi 84 Juta Ton

ANTARA

KEMENTERIAN Pertanian menargetkan produksi padi sepanjang 2019 mencapai 84 juta ton atau setara 49 juta ton beras.

Target tersebut ditetapkan jauh di atas data realisasi produksi 2018 milik Badan Pusat Statistik (BPS) yang semestinya kini dijadikan sebagai acuan dalam pelaksanaan program pengembangan dan target sasaran.

Pada tahun lalu, jika mengacu pada data BPS, produksi beras hanya sebesar 32,5 juta ton, jauh di bawah angka yang dikeluarkan Kementan yang kala itu mengklaim produksi beras mencapai 48 juta ton.

“Kalau mengikuti data BPS masih panjang debatnya,” ujar Direktur Jenderal Tanaman Pangan Sumarjo Gatot Irianto kepada Media Indonesia, Rabu (16/1).

 Baca juga: Petani Butuh Benih Berkualitas

Ia mengatakan data BPS terutama terkait luas baku sawah masih perlu diperdebatkan. Pasalnya, ia mendapat laporan dari Dinas Pertanian bahwa luas baku sawah di beberapa daerah cenderung mengalami pertumbuhan, bukan menyusut sebagaimana diungkap BPS.

Terlebih, menurutnya, dalam menghitung target produksi, pada tahun ini Kementan memiliki strategi tersendiri dengan mengandalkan pengembangan lahan rawa yang dimanfaatkan sebagai lokasi budi daya padi.

Setidaknya, terdapat 500 ribu hektare lahan rawa yang terdiri dari 250 ribu hektare di Sumatra Selatan dan 250 ribu di Kalimantan Selatan yang akan dioptimalkan menjadi sawah baru. Belum lagi program tumpang sari padi-jagung dan padi kedelai dengan total lahan seluas 700 ribu ha.

Ia mengatakan, dengan seluruh lahan yang ada pada saat ini, target produksi padi mencapai 84 juta ton akan mampu direalisasi. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More