Prabowo : Indonesia Negara Kaya, Tapi Rakyatnya Masih Banyak Yang Miskin

Penulis: Thomas Harming Suwarta Pada: Senin, 14 Jan 2019, 22:18 WIB Politik dan Hukum
Prabowo : Indonesia Negara Kaya, Tapi Rakyatnya Masih Banyak Yang Miskin

ANTARA FOTO/Galih Pradipta

CALON Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menyoroti berbagai persoalan yang dia sebut sebagai hasil temuan selama beberapa waktu bertemu rakyat di seluruh nusantara.

Beberapa diantaranya ialah persoalan ketimpangan sosial, beban hutang, kurangnya lapangan pekerjaan, kemiskinan ekstrim yang membuat anak kurang gizi, BUMN yang terus merugi hingga persoalan impor beras yang merugikan petani.

Bagi Prabowo kondisi ini jika tidak segera diatasi maka akan membawa Indonesia jauh lebih buruk lagi.

"Kalau kita tidak hati-hati, kalau kita tidak waspada, kalau kita tidak berubah, kalau kita tidak bertindak dengan segera, situasi ini akan terus berlanjut ke arah yang lebih buruk. Inilah kondisi yang saya sebut Paradoks Indonesia. Negara kaya, namun rakyatnya masih banyak yang miskin," kata Prabowo saat menyampaikan pidato kebangsaannya di Jakarta Convention Center, Jakarta, Senin (14/1).

Menurut Prabowo, mudah saja mengatakan Indoneisa akan bertahan hingga seribu tahun lagi. Namun, jika tidak tertangani dengan baik, Indonesia bubar yang pernah disampaikannya pun bukan tidak mungkin bakalan terwujud.

"Apakah negara yang tidak mampu membayar rumah sakit, yang tidak mampu menjamin makan untuk rakyatnya, yang tidak mampu punya militer yang kuat, dapat bertahan 1.000 tahun? Apakah negara yang cadangan BBM nasionalnya hanya kuat untuk 20 hari, yang cadangan berasnya kurang dari 3 juta ton, dapat bertahan jika ada serangan, atau krisis keamanan?," ucap Prabowo.

Baca juga : Pidato Prabowo Hanya Daur Ulang Isu Lama

Ia mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Ryamizard Racudu yang mengatakan, jika perang, Indonesia hanya mampu bertahan 3 hari karena peluru hanya cukup untuk 3 hari perang.

"Ini bukan kami yang menyampaikan, tapi Pemerintah sendiri. Jadi bagaimana bangsa ini bisa bertahan? Kita harus ingat, persaingan antar bangsa itu keras. Sejarah peradaban manusia ribuan tahun itu keras. Jangan kita tergantung kepada bangsa lain. Jangan kita berharap bangsa lain akan baik, akan kasihan kepada kita," tegas Prabowo penuh semangat sambil mengutip rumus yang terkenal dari Thucydides, seorang ahli sejarah yang mengatakan "The strong will do what they can, the weak suffer what they must."

Hadir dalam penyampaian pidato kebangsaan ini adalah Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, para pimpinan partai koalisi, relawan Prabowo-Sandi, tokoh agama dan simpatisan Prabowo-Sandi. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More