Debat Perdana Diharapkan Berjalan Kondusif dan Subtantif

Penulis: Rizky Noor Alam Pada: Senin, 14 Jan 2019, 22:00 WIB Politik dan Hukum
Debat Perdana Diharapkan Berjalan Kondusif dan Subtantif

MI/ADam

JELANG debat Pilpres pertama yang akan digelar pada 17 Januari mendatang mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Jimly Asshiddiqie berharap agar kedua pasangan calon dapat menahan diri untuk tidak saling kritik dengan tujuan menjatuhkan lawannya.

"Sebaiknya pasangan calon tidak terpancing untuk mengkritik satu sama lain ataupun saling menjatuhkan karena komunikasi publik di masyarakat sudah penuh dengan berbagai pernyataanyang bersifat saling menjatuhkan antar kubu," jelas Jimly yang juga mantan ketua Mahkamah Konstitusi tersebut kepada Media Indonesia , Senin 14/1).

Lebih lanjut dirinya berharap agar kedua kubu bisa saling menahan diri karena setiap perkataan dan prilakunya akan ditiru masyarakat.

"Sebagai tokoh bangsa, para capres harus tahan diri, karena kata-katanya akan digugu dan ditiru dengan cara dan sikap yang lebih ekstrim di masyarakat," imbuhnya.

Sementara itu dalam kesempatan berbeda, pengamat politik Ray Rangkuti berpendapat bahwa debat perdana nanti adalah debat yang penting karena menyangkut isu penegakan hukum, HAM, dan terorisme. Keduanya memiliki plus-minus terkait isu-isu tersebut.

"Saya pikir di beberapa poin Jokowi dapat suatu tantangan yang berat, misalnya soal hukum, seperti penegakan hukum dan HAM agak kedodoran, misalnya soal minoritas-minoritas yang terancam, lalu tokoh-tokoh yang menjadi tersangka tapi kasusnya tak pernah masuk ke pengadilan, itu catatan yang mungkin akan menjadi bahan pertanyaan dari kubunya Prabowo," katanya

"Lalu yang kedua saya tidak terlalu yakin juga kalau mereka akan mendiskusikan soal kejahatan kemanusiaan yang terjadi di era terdahulu karena kalau Prabowo masuk ke isu itu maka seperti membuka persoalan dirinya sendiri karena bagaimana pun akan dikait-kaitkan dengan kasus-kasus terdahulu seperti penculikan dan lain-lain." imbuh Ray.

Baca juga : Koalisi Perempuan Indonesia Minta Debat Pilpres Angkat Isu Perempuan

Bagi Ray keduanya akan saling menahan diri untuk tidak membuka kejahatan masa lalu, tapi akan sedikit banyak menyoroti kasus yang menyangkut dengan tokoh-tokoh yang sudah diproses tapi tidak pernah diangkat kasusnya ke pengadilan.

 Untuk isu terorisme, menurut Ray Jokowi sedikit lebihg unggul, pasalnya di era Jokowi terjadi beberapa kali serangan terorisme namun kemampuan penanggulangannya sudah jauh lebih baik. Hal itu bisa menjadi hal yang pistitf jika dimanfaatkan dengan baik.

"Kalau masalah korupsi, sebenarnya kalau Jokowi bisa memaknai sikapnya selama beberapa tahun terakhir maka menjadi poin positif bagi dirinya karena meskipun yang ditangkap KPK adalah anggota partai koalisinya tapi itu membuktikan pada publik bahwa Jokowi tidak pernah berkompromi (dengan korupsi)," tuturnya.

"Lalu di era Jokowi boleh disebut tidak ada menteri yang ditangkap karena korupsi kecuali Idrus Marhan tapi itukan tidak terkait kasus era Jokowi dan intensitas kinerja KPK jauh lebih massif di era Jokowi. Meskipun ada kasus penyerangan ke KPK seperti kasus Novel Baswedan maupun bom-bom di rumah pimpinan KPK kemarin," tambahnya..

Ray pun berharap agar debat nantinya dapat berjalan dengan kondusif dan subtantif. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More