Aksi Kocak Lepas Celana Penumpang Kereta

Penulis: Suryani Wandari Putri Pada: Senin, 14 Jan 2019, 19:05 WIB Weekend
Aksi Kocak Lepas Celana Penumpang Kereta

dok. AFP

Pemandangan tidak biasa terlihat di kereta bawah tanah di New York, Chicago, Berlin, London, Amsterdam, dan Praha, Minggu (13/1). Sejumlah penumpang tanpa celana duduk atau berdiri berdampingan dengan para punumpang lainnya.

Ratusan orang menurunkan celana mereka dalam rangka No Trousers On The Tube yang merupakan bagian dari global No Pants Subway Ride. Dilansir  Dailymail, tradisi ini dimulai tahun 2002 oleh kelompok improvisasi kolektif komedi Improv Everywhere di New York City dan telah menyebar ke jalur angkutan umum dari San Francisco ke Yerusalem. Panitia menyebutnya 'perayaan kekonyolan internasional'

Mereka yang tergabung dalam kelompok ini akan bertindak seolah-olah tak mengenal satu-sama lain dan menjalani hari mereka seperti biasanya. Padahal saat itu suhu di beberapa kota ada pada titik beku. Para peserta tampil memakai mantel musim dingin, topi, syal, dan sarung tangan namun meninggalkan celana.

Dengan wajah tetap biasa, mereka akan merespons tanpa basa-basi kepada siapa pun yang bertanya apakah mereka kedinginan. Pasalnya tujuan mereka membuat orang tersenyum, sementara mereka yang berpartisipasi bertindak seolah-olah mereka tidak memperhatikan.

Aturannya memang cukup mudah, yakni mengenakan celana dalam meskipun desain mencolok. Seragam dan pakaian bisnis dianjurkan untuk memperkuat efek setengah telanjang, begitupun dengan alat peraga seperti sepeda, kereta bayi, tas belanja, atau tas kerja.

Di London, Berlin, dan Praha digambarkan semuanya melepas celana mereka. Mereka bertemu di luar Galeri Nasional di Trafalgar Square sebelum menuju bawah tanah, kemudian mereka naik kereta di jalur berbeda di seluruh ibukota.

Kegitan setahun sekali ini rupanya direspon bahkan disukai masyarakat. Beberapa masyarakat sengara datang dan bergabung karena menyukai gagasan itu. "Kami membacanya dan berpikir terdengar lucu. Saya tidak gugup tetang hal itu," kata Suster Tessa.

Sedangkan Matida Deterding mengatakan harus memilih celana yang bagus. "Saya memilih yang buram dan bagus. Saya tidak ingin memberi terlalu banyak tontonan," katanya.

Salah satu panitia Farhan Rasheed mengatakan para peserta menghindari penjahat, penyelundup, atau segala sesuatu yang bisa menimbulkan pertikaian karena mereka bertujuan untuk menghibur, bukan menyinggung sesama pengguna kereta bawah tanah. "Tidak ada gunanya, kami tidak berkampanye atau meningkatkan kesadaran tentang apapun. Orang-orangbersenang senang melakukannya. Di London anda sangat jarang mendapatkan orang yang tersinggung," ungkapnya

Kegitan ini cukup mendapat respon baik dan jumlahnya kan meningkat. Tercatat dari kegiatan perdana yang hanya diikuti 7 orang, kini terdapat ratusan yang berpartisipasi.

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More