Tes Baca Alquran Upaya Redam Politik Identitas

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Senin, 14 Jan 2019, 18:34 WIB Politik dan Hukum
Tes Baca Alquran Upaya Redam Politik Identitas

MI/MOHAMAD IRFAN

TES baca Alquran untuk pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dilakukan sebagai cara meredam politik identitas yang dimainkan di pemilu presiden 2019. Meski bukan masuk sebagai syarat, tes itu dinilai penting dilakukan oleh pasangan capres dan cawapres.

Hal itu disampaikan Ketua Dewan Ikatan Dai Aceh Tgk Marsyuddin Ishak di posko Cemara, Jalan Cemara 19, Menteng, Jakarta, Senin (14/1). Marsyuddin menilai, politik identitas semakin marak dan meresahkan. Untuk itu, ia meminta pasangan calon untuk tes baca Alquran.

“Kami melihat ukhuwah islamiyah sudah bobrok di lapangan. Sering mengkafirkan, bahkan ada statemen akan masuk surga jika memilih calon tertentu. Ini membuat masyarakat kebingungan. Karena itu semua, maka muncul ayok kita tes uji baca Alquran saja mampu apa enggak,” ujarnya

Menurutnya, meski tes baca Alquran sebagai tradisi masyarakat Aceh, masyarakat muslim di Indonesia tentunya ingin mengetahui kapasitas calon pemimpin mereka bisa membaca Alquran.

“Masyarakat muslim di Indonesia kalau ditanya sat per satu pasti mau memiliki pemimpin bisa baca Alquran. Walaupun bukan syarat kemampuan baca Alquran penting,” jelasnya

Tes baca Alquran itu rencanan digelar di Masjid Baiturrahman, Aceh. Untuk waktu menyesuaikan dengan jadwal pasangan calon. Dari pihak Jokowi-Amin sudah memberi jawaban siap mengikuti tes tersebut.

Anggota TKN Jokowi-Amin, Zuhairi Misrawi menyambut baik usulan tes baca Alquran itu. Pasangan Jokowi-Amin siap berkunjung ke Aceh untuk mengikuti tes tersebut.

“Ini sebagai bagian upaya kami untuk menghormati kearifan lokal warga Aceh yang lazim bagi para calon pemimpin mereka baik di tingkat provinsi, kabupaten dan kota,” kata Zuhairi usai menerima perwakilan Ikatan Dai Aceh.

Adapun teknisnya, pasangan calon diminta membaca surat Al Fatihah dan surat-surat pendek.

“Teman-teman dari Ikatan Dai Aceh mengatakan kalau tidak bisa baca Al Fatihah berarti tidak salat. Kemudian ada ujian baca surat-surat pendek biasanya itu Juz 30 atau dikenal dengan Juz ama,” kata Zuhairi. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More