Dua Perusahaan Asing Peserta Lelang Proyek ERP Mundur

Penulis: Selamat Saragih Pada: Senin, 14 Jan 2019, 17:50 WIB Megapolitan
Dua Perusahaan Asing Peserta Lelang Proyek ERP Mundur

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

DUA peserta lelang jalan berbayar elektronik (electronic road pricing-ERP) yaitu Q-FREE asal Norwegia dan Kapsch TrafficCom asal Swedia mengundurkan diri. Sekarang hanya tinggal satu peserta lelang yaitu PT Bali Towerindo Sentra Tbk.

Menanggapi hal itu, Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, tidak mempermasalahkan adanya dua peserta lelang yang mengundurkan diri. Karena hingga saat ini, pihaknya masih menunggu opini hukum dari Kejaksaan Agung (Kejagung).

“Ya, bagi kita tidak apa-apa mereka itu mengundurkan diri. Kita masih nunggu Fatwa dari Kejagung,” kata Anies, di DPRD DKI Jakarta, Senin (14/1).

Ketika ditanya apakah tahu alasan dua perusahaan itu kenapa mengundurkan diri, Anies mengatakan, pihaknya  tidak tahu menahu.

“Tanya pesertanya dong. Jangan tanya kami. Kan kalau yang mengundurkan diri pemprov, maka kita yang menjelaskan,” lanjut Anies.

Adanya tudingan alasan dua perusahaan mengundurkan diri dari lelang ERP karena ketidakjelasan dari Pemprov DKI terkait penerapan kebijakan tersebut, Anies menegaskan, pihaknya meminta opinion hukum kepada Kejagung, justru supaya ada kepastian hukum dalam pelaksanaan lelang dan penerapan ERP ke depan.

“Kenapa kita minta opini  kepada Kejaksaan Agung? Karena lembaga itu yang membawahi hukum justru agar ada kepastian. Jangan sampai dikemudian hari kami nanti yang bermasalah,” ujarnya.

Anies menilai proses lelang ERP yang dilaksanakan saat ini cukup bermasalah. Kalau tidak bermasalah, maka kedua perusahaan tersebut tidak akan mengundurkan diri. Justru mereka akan bersabar menunggu fatwa dari Kejagung RI.

“Kira-kira kalau enggak ada masalah, mau mengundurkan diri, apa enggak ya? Begitu kan ya? Itu menggambarkan, nggak itu? Karena itu, saya bilang begitu lihat prosesnya, ini harus cek ke kejaksaan,” ujarnya.

Anies khawatir keputusan panitia lelang ERP akan memunculkan masalah ke depan. Hal itu terbukti sudah dua peserta lelang yang mengundurkan diri. “Karena saya khawatir apa pun nanti keputusan panitia di kemudian hari muncul masalah. Bahkan sekarang saja sudah pada malah mundur. Malah bisa jadi pertanyaan kan,” ujarnya.

Karena itu, pihaknya lebih baik menunggu fatwa dari Kejagung RI. Jadi keputusan yang diambil sesuai dengan tata kelola pemerintahan daerah yang benar.

“Kalau saya malah menunggu fatwa dari Kejaksaan. Kita ingin sekali keputusan besar seperti ini adalah keputusan yang tata kelolanya itu benar. Nah ini yang ingin kita pastikan,” ujarnya.

Terkait hanya satu peserta lelang yang masih bertahan, sehingga lelang tidak bisa dilaksanakan, dan lelang harus diulang, Anies menyatakan, pihaknya mengikuti prosedur yang ada selama ini. “Ikuti prosedur saja. Kita tunggu hasil dari kejaksaan dulu,” jelasnya.

Secara  terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI, Sigit Wijatmoko, mengatakan, alasan dari pengunduran diri Q-Free dari lelang ERP karena ada perubahan komposisi konsorsium.

“itulah, makanya sekarang begitu. Peserta sebagai penyedia kan berkonsorsium. Oke, salah satu anggota konsorsium mengundurkan diri diganti dengan member yang baru. Ini lagi berproses. Legal opinion sedang me-review hal tersebut,” kata Sigit. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More