Borong Tiga Adipura, Risma : Pemimpin Harus Berikan Contoh Langsung

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Senin, 14 Jan 2019, 17:21 WIB Nusantara
Borong Tiga Adipura, Risma : Pemimpin Harus Berikan Contoh Langsung

ANTARA FOTO/Indrianto Eko

KESUKSESAN Kota Surabaya mendapatkan tiga penghargaan sekaligus dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tidak lepas dari peran serta Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam memimpin. Dalam penganugrahan Adipura kali Surabaya mendapatkan Adipura Kencana, Kinerja Pengurangan Sampah, dan Nirwasita Tantra, dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Risma menjelaskan Surabaya selama ini telah mendapatkan 6 Adipura biasa dan 8 Adipura Kencana. Namun dirinya mengaku menekankan kebersihan kotanya bukan karena ingin mengejar penghargaan, tetapi lebih kepada kebersihan kota dianggap sebagai kebersihan dirinya juga.

"Kebersihan itu bukan untuk penghargaan. Tetapi saya malu kalau kota saya kotor, sebab itu sebetulnya merupakan wajah saya," jelas Risma usai kegiatan penghargaan Adipura di Gedung Manggaa Bakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jakarta, Senin (14/1).

Risma menjelaskan saat ini dirinya sedang mengerjakan membuat Tempat Penampungan Sampah (TPS) untuk mengurangi sampah sepetrti di pasar dan juga rumah sakit. Inovasi lainnya yang sedang dikerjakan Risma terkait joging track dari karet bekas sendal jepit agar track jokingnya empuk, yang saat ini sudah mencapai 1 Km.

Inovasi lainnya yang sedang didorong adalah menggunakan ban ban bekas yang didaur ulang untuk membuat kerajinan kursi maupun berbagai kerajinan yang lain. Bagi Risma hal terpenting adalah sebanyak mungkin pemanfaatan sampah tidak terbuang.

Risma pun membenarkan dengan adanya peningkatan kualitas lingkungan dan kebersihan akan berdampak signifikan kepada penurunan tingkat penyakit di masyarakat. Misalnya jika dulunya demam berdarah Surabaya sempat menjadi kejadian luar biasa (KLB) namun saat ini hampir tidak pernah dan terus turun, begitu juga untuk penderita diare maupun ispa semuanya mengalami penurunan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyampaikan bahwa kebersihan lingkungan akan berkorelasi langsung dengan tingkat kesehatan dari masyarakat. Suatu wilayah yang rumah sakitnya banyak antrian bukan suatu indikator yang baik, sebab hal itu merupakan kegagalan dari kebersihan daerah tersebut.

"Sehingga kota yang baik itu lingkungannya bersih dan rumah sakitnya antriannya tidak banyak dan akan berdampak kepada ekonomi yang baik serta lebih maju dari sebelumnya," terang Jusuf Kalla.

Dalam acara tersebut Jusuf Kalla juga memuji pencapaian Risma yang mendapatkan tiga penghargaan sebagai Walikota Surabaya. Risma menurut Jusuf Kalla terus gigih menjalankan kewajiban dan memberikan contoh kepada masyarakat meski kakinya terkilir.

"Ibu risma meski kaki terkilir tetap mengecek lokasi. Kita harus apresiasi, apalagi dalam keadaan kaki terkilir tetap menginspeksi kotanya dan hari ini mendpatkan buah penghargaan," tutur Jusuf Kalla.

*Peran Serta Masyarakat*

Risma menekankan bahwa kebersihan lingkungan Surabaya saat ini dapat tercapai dengan bantuan dari masyarakat. Untuk itu pelibatan masyarakat sangat penting untuk digerakkan dalam menjaga kebersihan lingkungan, bahkan dalam efek yang lebih panjang akan dapat mengurangi biaya pengelolaan sampah.

Kalau kita dapat menggerakkan masyarakat akan dapat mengurangi biaya dan membuat menjadi lebih murah. Jadi saat saya menjadi kepala dinas kebersihan 2005, itu sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) itu rata rata perharinya 3500 ton per hari, sekarang tinggal 1300 - 1400 ton perhari sehingga setiap tahunnya turun 10%," tutur Risma.

Menurutnya penurunannya terjadi karena sampah masyarakt sudah dikelola sejak sumber sampahnya, yakni di masyarakat. Biaya pengelolaan sampah pun menurutnya 50% nya berasal dari biaya pengangkutan, dengan dikelola diawal maka biayanya akan terus berkurang.

Di sisi lain pengelolaan sampah di awal juga memungkinkan sampah untuk dikelola menjadi kompos. Nantinya kompos tersebut akan dapat digunakan untuk mengurangi biaya pupuk taman sehingga tidak perlu menggunakan pupuk kimia yang cenderung mahal.

Risma pun memberikan tips kepada kepala daerah lain yang juga berkeinginan melibatkan peran serta warganya. Menurut Risma pimpinan harus memberikan contoh secara mengajak masyarakat secara langsung, namun contoh itu bukan sekedar simbolis melainkan menjadi rutinitas dan kebiasaan dari pemimpinnya.

"Aku saja selalu turun dan mengajak masyarakat. Di mobil saya itu ada sapu, ada tempat sampah, ada gunting dan pisau. Begitu ada yang kotor langsung saya bersihkan sendiri gak pake ngomong apa-apa dan langsung nyapu. Berikutnya mereka (masyarakat) akan malu dan menjaga kebersihan," jelas Risma.

Dengan pemimpin memberikan contoh langsung secara rutin, pelibatan masyarakat dapat terjadi. Dampaknya pun akan sangat baik bagi pemerintah daerah, jika semua hal tersebut dijalankan maka biaya yang dikeluarkan pun akan turun. Hal tersebut menurutnya sudah dibuktikannya sendiri di Surabaya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More