15 Perusahaan Iklan akan Dilarang Total Beriklan di DKI

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Senin, 14 Jan 2019, 16:44 WIB Megapolitan
15 Perusahaan Iklan akan Dilarang Total Beriklan di DKI

MI/Yanurisa Ananta

SATPOL PP DKI Jakarta akan bersikap tegas pada 15 perusahaan iklan yang tidak kunjung menertibkan puluhan reklame dan spanduk iklan di jalan-jalan protokol, karena termasuk berada di lokasi kendali ketat reklame.

Kepala Satpol PP DKI, Yani Wahyu, mengatakan belasan perusahaan iklan akan dimasukkan ke dalam daftar hitam agar tidak bisa memasang iklan di seluruh wilayah ibu kota. Hal ini, karena mereka tidak menurunkan iklannya pascahabis masa berlaku iklan tersebut.

"Akan kami blacklist perusahaan-perusahaan itu agar tidak bisa memasang iklan lagi di seluruh Jakarta selamanya," kata Yani ditemui di Balai Kota DKI, Senin (14/1).

Sebelumnya, Satpol PP DKI sudah mengirimkan peringatan kepada perusahaan iklan yang melanggar agar menertibkan sendiri reklame yang telah dipasang. Jatuh tempo peringatan ketiga telah lewat pada 6 Desember lalu.

Yani menyebut ada sekitar 60 reklame besar yang akan ditertibkan tahun ini. Penertiban akan berjalan dengan kerja sama Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) serta turut diawasi oleh KPK.

Baca Juga: KPK Sebut Penertiban Reklame akan Untungkan DKI Hingga Rp900 Miliar

Reklame-reklame yang ditertibkan sebagian besar berada di Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan MH Thamrin, serta Jalan MT Haryono.

Pihaknya juga akan memotong sejumlah tiang reklame yang dimiliki perusahaan sebagai bentuk ketegasan.

"Ya nanti beberapa tiang kami potong untuk kami kumpulkan sebagai aset kami," terangnya.

Penertiban ini didasarkan pada Pergub No 148 tahun 2017 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Reklame. Reklame yang berada di lokasi kendali ketat dilarang menggunakan tiang tetapi harus menggunakan reklame LED yang menempel pada gedung-gedung di kawasan tersebut.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More