JK: Masyarakat Harus Tanggung Jawab dengan Selokan Depan Rumah

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Senin, 14 Jan 2019, 16:10 WIB Politik dan Hukum
JK: Masyarakat Harus Tanggung Jawab dengan Selokan Depan Rumah

Dok MI

UNTUK menciptakan suatu lingkungan yang bersih dan sehat tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah daerah, tetapi harus juga melibatkan peran serta masyarakat. Salah satu usulan Wakil Presiden Jusuf Kalla ialah setiap masyarakat bertanggung jawab dengan selokan di depan rumahnya.

"Jadi setiap masyarakat harus bertanggung jawab kepada selokan depan rumahnya, sehingga setiap minggu mereka harus membersihkan selokannya. Artinya, kalau di DKI Jakarta akan ada tambahan 2 juta petugas kebersihan. Kalau ini diterapkan dalam Perda dapat seperti di Singapura atau Amerika," tutur Jusuf Kalla dalam pidatonya di Gedung Manggaa Bakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jakarta, Senin (14/1).

Ia mencontohkan, di Amerika jika memang orang terjatuh karena tumpukan es di depan rumah seseorang, pemilik rumah dapat dituntut terkait hal tersebut. Begitu juga di Singapura, bila ada jentik nyamuk di depan rumah maka akan didenda pemerintah.

Baca Juga: Jusuf Kalla: Hari Ini, Saya Pecahkan Rekor Membagikan Penghargaan

Jika tidak diwajibkan membersihan depan rumahnya, masyarakat akan menganggap enteng karena beranggapan akan ada petugas kebersihan yang akan membersihkan. Namun, Wapres juga mengingatkan meski aturan tersebut sudah dibuat seringkali masyarakat tidak menjalankan karena tidak adanya penegakan hukum yang tegas.

Para kepala daerah harus terus memunculkan inovasi untuk mengatasi persoalan lingkungan, selain melibatkan masyarakatnya. Khususnya, dalam kaitan dengan sampah plastik, Indonesia menjadi peringkat kedua setelah Tiongkok yang menghasilkan limbah plastik dunia.

Wapres pun mengucapkan selamat kepada para penerima penghargaan sebagai wujud usaha keras bersama pemerintah dan masyarakat karena kebersihan harus dijadikan budaya. Ia berharap hal tersebut dapat dipertahankan dan semakin ditingkatkan ke depannya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More