Jusuf Kalla: Hari Ini, Saya Pecahkan Rekor Membagikan Penghargaan

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Senin, 14 Jan 2019, 16:00 WIB Politik dan Hukum
Jusuf Kalla: Hari Ini, Saya Pecahkan Rekor Membagikan Penghargaan

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

WAKIL Presiden Jusuf Kalla mengungkapkan jika hari ini dirinya memecahkan rekor dalam memberikan penghargaan. Sebab ada lebih dari 100 penghargaan Adipura dan Niwasita Tantra untuk Kepala Daerah dan DPRD.

"Bagi saya ini rekor untuk menyerahkan penghargaan yang begitu banyak, lebih dari 100. Ini menjadi kebanggaan karena dengan kerja keras dapat memperbaiki kehidupan di masyarakat," tutur Jusuf Kalla dalam pidatonya usai penyerahan penghargaan di Gedung Manggaa Bakti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Jakarta, Senin (14/1).

Jusuf Kalla menyebutkan ada tiga hal yang menjadi concern global, yakni demokrasi, hak asasi manusia, dan lingkungan hidup. Untuk lingkungan hidup saat ini menjadi perhatian PBB hingga tercipta keputusan bersama terkait upaya memperbaiki lingkungan hidup dan mencegah perubahan iklim dunia.

Ia pun mengatakan adanya kemajuan dalam upaya perbaikan lingkungan serta ada kerja sama antara masyarakat dengan pemerintah dan stakeholder lainnya. Meski membanggakan, namun ini belum menjadi kepuasan karena banyak hal yang masih harus dikerjakan.

"Kalau dulu Adipura hanya kebersihan sampah dan kebersihan lainnya, sekarang bertambah, karena isu lingkungan juga bertambah seperti penghijauan dan juga masyarakat. Sehingga hal terpenting adalah bagaimana memberikan contoh kepada masyarakat dan stimulan agar mereka tidak membuang sampah sembarangan," ujar Jusuf Kalla.

Wapres mengingatkan agar kesadaran masyarakat harus terus ditingkatkan, sebab meski sudah ada aturannya namun penegakan hukum masih belum kuat. Begitu pun ketersediaan infrastruktur dan alat kebersihan seperti tempat sampah yang seringkali sulit ditemukan.

Baca Juga: Adipura Trending Topic Twitter

Jika sejak awal lingkungan sudah bersih, lanjut JK, masyarakat pasti akan malu membuang sampah di jalan. Namun jika sudah kotor, tentu akan semakin kotor karena tidak ada budaya bersih. Berkaca dari hal tersebut, partisipasi masyarakat menjadi penting untuk dikelola guna menyelesaikan persoalan sampah.

JK menambahkan kebersihan lingkungan berkorelasi langsung dengan tingkat kesehatan dari masyarakat. Suatu wilayah dengan kondisi rumah sakit dipenuhi antrean menjadi indikator yang tidak baik, artinya ada kegagalan daerah tersebut dalam hal kebersihan.

"Sehingga kota yang baik itu lingkungannya bersih dan antrean di rumah sakitnya tidak banyak. Akan berdampak kepada ekonomi yang baik serta lebih maju dari sebelumnya," terang Jusuf Kalla.

Jusuf Kalla juga menyarankan agar KLHK tidak hanya mengumumkan daftar kota-kota yang mendapatkan penghargaan, tetapi juga daerah yang paling tidak bersih. Metode itu, menurut Wapres, pernah dilakukan dan langsung efektif.

"Masyarakat Indonesia itu baru bekerja keras kalau ada rasa malu, karena kalau tidak ada, mereka akan membiarkan saja dan menyalahkan orang lain," pungkas Jusuf Kalla.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More