Ratusan Warga Sari Rejo Datangi Badan Pertanahan

Penulis: Yoseph Pencawan Pada: Senin, 14 Jan 2019, 16:00 WIB Nusantara
Ratusan Warga Sari Rejo Datangi Badan Pertanahan

MI/Yoseph Pencawan
SEKITAR 500 warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan berunjukrasa ke Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatra Utara di Jalan Brigjend Katamso, Senin (14/1).

SEKITAR 500 warga Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan berunjukrasa ke Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional Provinsi Sumatra Utara di Jalan Brigjend Katamso.

Massa tiba di BPN sekitar pukul 11.30 WIB dengan mengendarai sepeda motor dan kendaraan roda empat. Bukan hanya itu, demonstrasi yang diikuti oleh pria dewasa dan remaja serta ibu-ibu dan anak-anak itu juga menggunakan odong-odong untuk mengangkut massa.

Selain ibu-ibu, terlihat juga belasan anak-anak berseragam sekolah ikut naik di atas odong-odong. Total ada 14 unit odong-odong tampak dalam aksi ini. 

Odong-odong merupakan kendaraan yang memiliki rangkaian gerbong kecil dan biasanya dioperasikan untuk membawa warga berwisata keliling kota.

Ketua Forum Masyarakat (Formas) Sari Rejo, Pahala Napitupulu, mengatakan unjukrasa ini adalah untuk menindak lanjuti jawaban yang mereka terima dari rapat dengar pendapat (RDP) di DPR RI. Begitu juga jawaban dari BPN Kanwil Sumut mengenai penerbitan sertifikat tanah di Sari Rejo.

"Sesuai dengan turunan dari putusan Mahkamah Agung," ungkapnya di sela-sela aksi, Senin (14/1).

Dia paparkan, di mata mereka dilakukan pembagian 7 juta sertifikat tanah oleh Pemerintah, begitu juga di Kota Medan. Namun mereka merasa hanya menjadi penonton. 

Karena itu mereka menganggap Pemerintah tidak konsisten mempertimbangkan keberadaan mereka. Mereka merasa hanya menjadi "mainan" politik dari para politisi dan pejabat.

Kemudian di sekitar mereka berdiri rumah-rumah yang dibangun developer atau pengembang yang mengantongi sertipikat hanya dengan mengedepankan lobi.

Dengan cara melobi, pengusaha perumahan dapat memiliki sertifikat tanah tanpa ada halangan dari pihak TNI AU.

 

Baca juga: Kementerian ATR/BPN Atur Zonasi Daerah Rawan Bencana di Palu

 

Selanjutnya dia katakan, bila TNI AU keberatan dengan putusan Mahkamah Agung, jangan menakuti-nakuti dan meneror warga. Karena itu, dalam aksi ini mereka juga meminta POM AU menindak oknum-oknum TNI AU yang telah menakuti dan meneror warga.

"Kalau perlakuan terus seperti ini kami tidak mau terintimidasi. Jalan terganggu, ancaman pengutipan, kemudian plang-plang jalan. Ini anggaran siapa yang menyetujui?" tanyanya.

Dia meyakini pemasangan plang jalan terkait dengan persetujuan DPRD dan Pemkot Medan. Karena itu mereka menilai ada sindikasi antara Pemkot Medan, DPRD dan TNI AU untuk mengaburkan putusan Mahkamah Agung.

"Sari Rejo bukan ksatriaan TNI AU, tetapi Sari Rejo adalah permukiman masyarakat," tegasnya.

Tidak lama setelah tiba di lokasi demo mereka kemudian mengutus 15 orang perwakilan untuk menemui Kepala Kanwil BPN Sumut, Bambang Priono. Namun, awalnya pertemuang nyaris batal karena setelah masuk ke gedung BPN sekitar pukul 11.55 WIB, mereka memerotes keras dan menolak pertemuan digelar di ruang lobi yang sedang direnovasi.

Sejumlah staf BPN datang mengaku diperintah Kepala BPN untuk menemui utusan pendemo. Akan tetapi utusan menolak karena hanya ingin pertemuan dengan Kepala BPN. 

Pertemuan lalu dipindah ke ruang pertemuan di dalam gedung, tapi utusan kembali protes dan sempat kembali menolak karena Kepala BPN belum juga hadir.

Pegawai pun meminta perwakilan hanya sebanyak 6 orang bila mereka mau menemui langsung Kepala BPN. Para utusan akhirnya menerima permintaan tersebut dan menyisakan 6 orang di dalam ruangan. Tak lama kemudian Kepala BPN masuk ruangan dan mereka menggelar pertemuan. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More