Jutaan Ikan di Australia Mati, Tanda Persoalan Lingkungan

Penulis: Tesa Oktiana Surbakti Pada: Senin, 14 Jan 2019, 14:36 WIB Internasional
Jutaan Ikan di Australia Mati, Tanda Persoalan Lingkungan

AFP

PIHAK berwenang Australia memperingatkan potensi kematian ikan di masa mendatang yang lebih banyak. Bencana kekeringan menyebabkan jutaan ikan mati di sepanjang tepi sungai utama Australia.

Tepi Sungai Murray-Darling dipenuhi ikan busuk. Pejabat pemerintahan memperkirakan jumlahnya mencapai satu juta ikan. Pemerintah South Wales memproyeksi kenaikan suhu lebih tinggi sepanjang pekan ini, yang dapat memperburuk situasi.

Penurunan permukaan air dan suhu air yang memanas berdampak negatif pada ekosistem sungai. Selain menyebabkan ikan kekurangan oksigen, kondisi tersebut dapat menimbulkan racun.

"Kami rasa akan lebih banyak lagi kasus kematian ikan di seluruh wilayah barat dan Northern Tablelands pekan ini," ujar Menteri Industri Primer Australia Niall Blair.

Banyaknya kasus kematian ikan menimbulkan masalah nasional hingga memantik protes publik mengenai penyebab dan pihak yang harus bertanggung jawab.

"Ini adalah peristiwa ekologis yang merusak," tukas Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison merujuk adegan apokaliptik.

"Gambaran visual yang kita lihat sungguh mengecewakan," imbuhnya.

Pemerintah Morrison menilai kasus kematian jutaan ikan dipengaruhi bencana kekeringan. Dia pun menepis tudingan penduduk setempat bahwa kebijakan pemerintah menyebabkan penipisan sistemik dan polusi sistem sungai.

"Memang Australia sedang dilanda kekeringan. Dan ini adalah salah satu dampaknya. Fokus pemerintah terhadap bencana kekeringan belum bergeser satu inci pun," ucap Morrison.

Baca Juga: Lagi, Ratusan Ton Ikan Mati di Cianjur akibat Fenomena Upwelling

Selama bertahun-tahun, para ilmuwan kerap memperingatkan tindakan mengekstraksi air sungai dalam volume besar tanpa memeriksa irigasi atau kegunaan lainnya. Langkah tersebut menguntungkan pengusaha karena memangkas investasi senilai miliaran dolar.

"Kematian ikan dan kondisi sungai yang sekarat bukan hanya karena kekeringan. Hal itu disebabkan praktik pengambilan air sungai secara berlebihan," kritik pakar ekonomi air dari Australian National University, John Williams.

Pemimpin oposisi Bill Shorten mendesak pemerintah membentuk satuan tugas darurat untuk mengatasi persoalan lingkungan yang semakin meresahkan.

"Kamu tidak bisa mengabaikan kasus kematian satu juta ikan. Ini perkembangan yang sangat mengejutkan," cetus John.

Lebih lanjut, Morrison menegaskan rencana manajemen untuk Lembah Murray-Darlng merupakan bipartisan. Dia menambahkan pemerintahannya hanya mengikuti kebijakan pemerintah oposisi Partai Buruh.

"Saya khawatir beberapa orang mungkin ingin bermain politik dengan isu tersebut. Ada laporan yang dilakukan sejumlah ilmuwan di bawah kontribusi Partai Buruh untuk rencana dulu pada 2012. Rencana tersebut sudah beroperasi sesuai saran tersebut," papar Morrison.

Para ilmuwan diketahui meminta pertanggungjawaban para politikus.

"Anggaran sebesar miliaran dolar telah dihabiskan untuk memperbaiki infrastruktur irigasi. Tetapi, tanpa manfaat publik," kata pengamat dari Australian National University, Quentin Grafton.

"Ini memalukan. Sudah waktunya mereka bertanggung jawab atas bencana yang sedang berlangsung," imbuh dia.(AFP/OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More