Luhut Minta tidak Ada Kampanye yang Membodohi Rakyat

Penulis: Fetry Wuryasti Pada: Senin, 14 Jan 2019, 13:35 WIB Politik dan Hukum
Luhut Minta tidak Ada Kampanye yang Membodohi Rakyat

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan -- ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Veri Sanovri

MENJAWAB isu mengenai Indonesia diserbu pekerja asal Tiongkok, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan membawa petinggi pengusaha di Indonesia untuk melihat langsung beberapa lokasi kawasan ekonomi khusus.

"Untuk menjawab isu-isu buruk di luar yang bilang di sana 95% diisi pekerja Tiongkok. Janganlah berkampanye yang menyebar kebohongan, membodohi rakyat. Saya kira tidak elok," ujar Luhut saat acara Coffee Morning di Kantornya, Senin (14/1).

Luhut juga membantah tudingan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang mengatakan BUMN satu-persatu mengalami kebangkrutan. Luhut katakan saat ini kondisi BUMN baik-baik saja.

Dia meminta agar tiap tuduhan harus bisa berbicara sesuai dengan data yang ada. Saat ini, menurutnya, tidak ada yang berani menjawab tantangannya dan membawa data.

"Kalau saya selalu tanya, bisa tidak kita bertemu berbicara bersama, membawa data. Tidak ada yang berani," tegas Luhut

Baca juga: Malam ini Prabowo akan Sampaikan Pidato Kebangsaan "Indonesia Menang"

Pernyataan itu, kata dia, tidak bermaksud sombong. Luhut mengatakan agar semua pihak yang kerap berbicara di publik harus bisa mendidik masyarakat, bukan justru menebar kebohongan.

"Kita ke publik, ke anak-anak muda itu untuk mendidik, jangan berbohong. Data itu jangan dimanipulasi. Saya tidak suka. Saya lihat para senior intelektual, kok suka sih bohongi rakyatnya," ungkapnya.

Sebelumnya, Prabowo mengatakan, BUMN satu persatu mengalami kebangkrutan saat ini. Kehancuran itu diakibatkan pemerintah yang salah mengelola negara.

Hal itu disampaikan Prabowo di acara Konsolidasi Koordinator TPS se-Provinsi DKI Jakarta, di Roemah Djoeang Prabowo-Sandi, Jalan Wijaya I no 81, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (13/1). (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More