22 Makam Terdampak Longsor di Desa Girijaya Sukabumi

Penulis: Benny Bastiandy Pada: Senin, 14 Jan 2019, 12:55 WIB Nusantara
22 Makam Terdampak Longsor di Desa Girijaya Sukabumi

MI/BENNY BASTIANDY
Sejumlah elemen gabungan di Kota Sukabumi, Jawa Barat, bergotong-royong membenahi material jebolnya talud di anak Sungai Cibandung di Jalan Titiran, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Gunungpuyuh, Minggu (13/1)

LAHAN pemakaman di Kampung Bojongkaung RT 002/010, Desa Girijaya, Kecamatan Nagrak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terdampak longsor saat hujan deras terjadi pada Minggu (13/1) sekitar pukul 17.00 WIB. Akibatnya, 22 makam ikut terseret material dan tertimbun tanah longsor.

"Kami baru menemukan tiga jenazah yang masih terbungkus kain kafan, dua kain kafan, dan 1 jenazah masih dalam proses evakuasi karena terbawa hanyut di aliran sungai," kata Kepala Seksi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sukabumi, Eka Widiaman, Senin (14/11).

Tanah longsor dari tebing yang memiliki panjang 200 meter dan tinggi 100 meter di daerah itu juga mengakibatkan kerusakan areal persawahan dan lahan kebun.

"Untuk proses pencarian mayat kami tutup setelah disepakati dalam musyarawah bersama pihak keluarga, desa, camat, kapolsek, dan koramil. Pihak keluarga juga sudah mengikhlaskan dan tidak mencari lagi," tambah Eka.

Bersamaan hujan deras pada Minggu (13/1) siang hingga malam, BPBD Kabupaten Sukabumi menerima banyak laporan kejadian berbagai bencana di 18 desa pada lima kecamatan. Di Kecamatan Nagrak bencana menerjang Desa Nagrak Utara, Desa Kalaparea, Desa Nagrak Selatan, dan Desa Pawenang. Di Kecamatan Cibadak bencana terjadi di Desa Pamuruyan, di Kelurahan Cibadak, di Desa Batununggal, dan di Desa Karangtengah.

Baca Juga: 165 Rumah di 12 Desa di Kabupaten Sukabumi Rusak Diterjang Puting Beliung

Di Kecamatan Cisaat bencana terjadi di Desa Sukasirna, di Desa Cibatu, Desa Nagrak, di Desa Kutasirna, di Desa Selajambe, dan di Desa Sukasari. Di Kecamatan Caringin bencana menerjang Desa Mekarjaya, Desa Seuseupan, dan Desa Cijengkol. Sedangkan di Kecamatan Cicantayan bencana terjadi di Desa Cijalingan.

"Bencananya paling banyak banjir dan tanah longsor. Sejumlah rumah rusak dan terendam di berbagai wilayah. Termasuk juga terjadi kebakaran," tuturnya.

Eka menuturkan kerusakan bangunan rumah pada umumnya dikategorikan berat. Tak sedikit dinding rumah tertimpa material tanah longsor.

"Kalau yang terendam tidak ada kerusakan berarti. Kerusakan juga terjadi pada infrastruktur seperti jembatan penyeberangan, jalan setapak, dan saluran air," jelas Eka.

Bagi warga yang rumahnya rusak berat diungsikan sementara ke tempat lebih aman, seperti ke rumah tetangga terdekat atau ke saudaranya.

"Data masih bisa berubah karena tidak menutup kemungkinan masih ada laporan yang kami terima," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More