Jelang Debat, TKN Jokowi Amin : Tak ada Latihan Khusus, Hanya Simulasi

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Minggu, 13 Jan 2019, 21:00 WIB Politik dan Hukum
Jelang Debat, TKN Jokowi Amin : Tak ada Latihan Khusus, Hanya Simulasi

MI/ROMMY PUJIANTO

Jelang Debat, Jokowi - Ma'ruf Amin Natural Dalam Panggung Debat

JELANG dilaksanakannya depat capres dan cawapres oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 17 Januari mendatang, Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Abdul Kadir Karding menilai baik Jokowi dan Ma'ruf merupakan tokoh natural di panggung sehingga tidak memerlukan latihan.

Dari tim pemenangan sendiri menurutnya sudah menyiapkan berbagai hal yang diperlukan agar paslon Jokowi-Ma'ruf dapat tampil baik dan mengejutkan.

TKN menurut Karding sudah menyiapkan mulai dari materi debat (content) maupun hal hal pendukung lainnya agar Jokowi dan Ma'ruf dapat tampil dengan baik.

Karding mengungkapkan, Jokowi maupun Ma'ruf tidak melakukan latihan tersendiri untuk debat, sebab hal tersebut tidak dibutuhkan. Namun Jokowi-Ma'ruf memang melakukan simulasi dan diskusi serta masukan terkait debat nanti.

"Bukan latihan tetapi simulasi, diskusi dan masukan saja bagi capres dan cawapres. Jokowi dan Ma'ruf Amin keduanya merupakan orang panggung, jadi tidak perlu harus dilatih. Sudah natural saja," tutur Karding saat dihubungi, Minggu (13/1).

Baca juga : KPU : Persiapan Debat Pertama Pilpres 2019 Sudah Matang

Meski begitu dirinya menyadari dalam debat  hanya tersedia waktu yang sedikit dan pesan yang disampaikan harus tepat, sehingga penekanannya lebih dalam hal tersebut.

Misalnya seperti Ma'ruf yang terbiasa berdebat dan berdiskusi dalam Halaqah dan Bahtsul Masail yang umumnya memerlukan waktu panjang dalam berdebat untuk suatu persoalan dalam memutuskan fatwa atau hal lainnya.

"Nah karena sekarang sifatnya debat yang dibatasi waktu satu menit atau dua menit, sehingga hal itu saja yang mungkin perlu diselaraskan. Lebih kepada manajemen waktu, pilihan diksi, jadi sebetulnya tidak ada latihan hanya simulasi," jelas Karding.

Pada simulasi tersebut juga dilakukan penyelarasan persepsi antara Jokowi dan Kyai Ma'ruf. Agar jangan sampai pada saat debat pandangan dan argumennya justru terlihat bertolak belakang dan saling lempar, hal itu tidak akan menarik nantinya.

Saat ditanyakan terkait tema debat soal Hukum, HAM, Korupsi dan Terorisme yang tidak menguntungkan Jokowi-Mar'ruf, Karding membantah pandangan tersebut.

Baca juga : Selenggarakan Debat Capres secara Adil

"Kita tidak ada persiapan khusus terkait hal itu, anggapan itu lebih kepada framing opini saja. Sebab dari sisi hukum Jokowi merupakan orang yang bersih, tidak memiliki track record terkait tindakan hukum yang melanggar hukum pidana dan lainnya," tutur Karding.

Selain itu Karding juga mengungkapkan bahwa Jokowi selalu bersikap proporsional dan tidak pernah mencampuri atau mengintervensi persoalan hukum maupun proses hukum yang berjalan. Menurutnya sebagai seorang pemimpin negara hal tersebut merupakan contoh yang baik dari Jokowi.

Bidang lainnya terkait legasi yang ditinggalkan untuk penanganan hukum, dipandang Karding cukup banyak. Misalnya penyelarasan peraturan, pemberantasan mafia peradilan, penguatan pendidikan hukum dan ham yang masuk ke kurikulum dan banyak lainnya. (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/2) akan digelar debat kedua Pilpres 2019. Debat kali ini akan mengangkat tema energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, dan lingkungan hidup. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kedua ini?





Berita Populer

Read More