Terjangan Puting Beliung DI Lamongan Rusak Rumah dan Fasum

Penulis: Ahmad Yakub Pada: Minggu, 13 Jan 2019, 20:36 WIB Nusantara
Terjangan Puting Beliung DI Lamongan Rusak Rumah dan Fasum

MI/yakub

BELASAN rumah rusak dan sebagian bangunan rumah roboh akibat terjangan angin beliung juga terjadi disejumlah desa di Kabupaten Lamongan,Jawa Timur Sabtu (12/1) malam.
    
Terjangan angin juga merusak sejumlah fasilitas umum (fasum) dan memutus aliran listrik. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Sedangkan, kerugian materi masih dalam pendataan.

"Iya ada sejumlah desa terdampak angin beliung," kata Suprapto Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamongan kepada Media Indonesia, Minggu (13/1) siang.
    
Menurut Suprapto, terjangan angin beliung di Kecamatan Glagah itu  terjadi tiga desa. Antara lain, Desa Lonjong, Margoanyar,dan Desa/Kecamatan Glagah.

Di Desa Lonjong, terjangan angin beliung terjadi pada Sabtu petang.merusak kantor Koperasi Unit Desa (KUD) Kecamatan Glagah, Kantor Koramil, dan bangunan bagian belakang Kantor Puskesmas setempat.

Baca juga : Dua Warga Tuban Tewas Tersambar Petir Saat Hujan Deras

Terjangan angin juga menumbangkan pohon dan menutupi jalan raya serta memutus aliran listrik.

Selain itu, sejumlah rumah uga mengalami kerusakan. Di Desa Margoanyar, terjangan angin  merusak 7 unit rumah dan kubah masjid desa setempat. Kerusakan terutama terjadi pada bagian genteng dan plafon rumah.

Sedangkan di Desa Glagah, lanjutnya, terjangan angin beliung  merusak 16 unit rumah warga, kerusakan berat terutama terjadi pada bagian atap dan plafon rumah. Terjangan angin juga ikut menumbangkan 17 batang pohon.

Tak hanya itu, terjangan angin beliung juga mengakibatkan rubuhnya sejumlah tiang kabel sepanjang 1 kilometer dari Desa Glagah hingga Tugu Lonjong. Tidak ada korban jiwa dalam musibah ini. Sedangkan, kerugian materi masih dalam pendataan Tim BPBD setempat.(OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More