Warga Rancaekek masih Mengungsi di Masjid

Penulis: Bayu Anggoro Pada: Minggu, 13 Jan 2019, 10:20 WIB Nusantara
Warga Rancaekek masih Mengungsi di Masjid

ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi

SEBANYAK 80 orang korban terdampak angin puting beliung di Rancaekek, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih mengungsi di Masjid At Taubah, Perum Rancaekek Permai II. Wilayah mereka saat ini menjadi daerah paling parah terkena amukan angin puting beliung yang terjadi pada Jumat (11/1) sore.

Menurut Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, Budi Budiman, para pengungsi berasal dari perumah­an tersebut yang tempat tinggalnya mengalami rusak parah. “Di Perum Rancaekek Permai II ini ada sekitar 300 rumah yang terdampak puting beliung. Yang terkena di blok C, D, dan E,” jelasnya, kemarin.

Budi mengaku tidak tahu sampai kapan warga mengungsi di masjid. Menurutnya, pemerintah daerah sudah bergerak untuk membantu memperbaiki rumah warga sehingga mereka bisa kembali ke rumah.

Angin kencang yang menerjang Kecamatan Rancaekek ini terjadi di tiga kawasan berbeda, yakni Kampung Jatisari, Kampung Papanggungan, dan Perum Rancaekek Permai. Data BPBD Jawa Barat menyebutkan ada 15 rumah rusak berat di Kampung Jatisari, 50 rumah rusak ringan di Papanggungan dan menyebabkan satu orang luka berat serta 15 luka ringan, dan 300 rumah di Perumahan Rancaekek Permai.

Angin kencang juga menerjang Kla­ten, Jawa Tengah, pada Jumat (11/1) sore. Banyak pohon tumbang dan puluhan rumah rusak. Wilayah yang diamuk angin kencang antara lain Kecamatan Tulung, Jatinom, Karangnongko, Ngawen, Manisrenggo, Klaten Tengah, Klaten Utara, dan Klaten Selatan.

“Satu orang mengalami luka akibat tertimpa pohon tumbang,” kata Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Bambang Giyanto.

Di Kecamatan Ngawen, menurut penjelasan camat setempat Anang Widyatmoko, ada sekitar 20 rumah warga rusak akibat angin kencang dan hujan lebat.

Longsor susulan
Pada bagian lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kepada masyarakat di Dusun Cimapag, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, untuk mewaspadai potensi longsoran susulan.

Apalagi saat ini curah hujan cukup tinggi. “Sebaiknya masyarakat tetap waaspada dan menjauhi daerah rawan longsor. Apalagi daerah ini memiliki kemiringan lereng yang terjal,” kata Kepala BMKG Dwikorita Karnawati seusai mengunjungi Cisolok menemani Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen Doni Monardo, kemarin.

Dari hasil pemetaan yang dilakukan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), wilayah Cisolok termasuk dalam zona menengah dan tinggi untuk pergerakan tanah.

“Artinya daerah ini bisa terjadi gerakan tanah jika curah hujan di atas normal,” terangnya.

Selain rawan longsor, Kabupaten Sukabumi berada di kawasan cincin api. Wilayah itu rawan gempa dan tsunami.

“Di sini hidup di atas ring of fire. Cincin api. Masih terdapat gunung aktif. Wilayah Cisolok, salah satu daerah yang berada di sesar (patahan). Patahannya cukup banyak. Sudah dicek, daerah ini juga rawan longsor,” imbuh Kepala BNPB, Letjen Doni Monardo.

Sementara itu, gempa mengguncang Kabupaten Mukomuko Bengkulu dengan kekuatan 5,6 skala Richter, kemarin, sekitar pukul 02.05 WIB. Gempa terasa hingga Kota Padang, Sumatra Barat.

Lokasi gempa di laut berjarak 105 km arah selatan Kota Mukomuko, dengan kedalaman 50 km. (Ind/JS/BB/OL/YH/N-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More