Besok Hasil Penyidikan Kasus Hoaks Diungkap

Penulis: Ferdian Ananda Majni Pada: Minggu, 13 Jan 2019, 08:15 WIB Politik dan Hukum
Besok Hasil Penyidikan Kasus Hoaks Diungkap

MI/ROMMY PUJIANTO

PENYIDIK kepolisian berkejaran dengan waktu untuk menyingkap tabir kasus hoaks tujuh kontainer kertas suara yang telah dicoblos.

Hingga kemarin polisi telah mendalami jejak digital dari motif tersangka Bagus Bawana Put­ra (BBP) yang diduga menjadi kreator sekaligus buzzer hoaks tersebut.

“Semua hasil pengungkapan penyidik disampaikan Senin (14/1). Senin update-nya. Sementara dia bilang inisiatif sendiri. Silakan dia menyampaikan seperti itu. Kami tuntaskan kasus ini setuntas-tuntasnya seperti halnya kasus teror terhadap pimpinan KPK,” kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada Media Indonesia di Jakarta, kemarin.

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan lima pelaku penyebar hoaks tujuh kontainer kertas suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, telah diperiksa.

“Dari pengakuan, mereka tidak saling kenal satu sama lain. Tidak ada (keterlibatan). Untuk tiga tersangka, yakni J, LS, dan HY berperan sebagai forwarder, sedangkan kreator dan buzzer-nya adalah BBP,” ujar Argo.

BBP akan dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Tiga tersangka lain yang tidak ditahan, yakni J, LS, dan HY, dijerat dengan Pasal 14 ayat 2 UU No 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana.

Tersangka lain berinisial MIK terancam Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45a Ayat 2 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi Elektronik dengan pidana paling lama 6 tahun dan denda Rp1 miliar. Dia juga terancam Pasal 14 dan 15 UU RI Nomor 1 Tahun 2006 tentang Penyebaran Berita Bohong dengan pidana penjara paling singkat 2 tahun dan paling lama 10 tahun.

Teror KPK
Hingga kemarin penyidik gabung­an Polri telah memeriksa 18 saksi untuk mengungkapkan teror bom di kediaman dua peting­gi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tidak tertutup kemungkinan hasil pemeriksaan, olah tempat kejadian perkara, dan analisis dari laboratorium forensik dapat diketahui besok.

“Ya, tim sedang menganalisisnya dalam-dalam. Pokoknya sudah dilakukan pengamanan, sudah disita, dan sudah diperiksa semua. Hasilnya mungkin Senin (14/1) disampaikan,” ungkap Brigjen Dedi Prasetyo, kemarin.

Dedi menambahkan, barang bukti yang telah disita penyidik di antaranya satu botol utuh berisi cairan, satu botol yang sudah pecah berisi sisa cairan, DVR CCTV di rumah Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, dan DVR CCTV di rumah tetangga Laode, sedangkan barang bukti di rumah Ketua KPK Agus Rahardjo berupa tas berisikan serbuk semen putih.

Kendati demikian, lanjut Dedi, pihaknya tidak berspekulasi terkait motif teror bom di kediaman petinggi KPK tersebut.

“Belum berani memastikan, kan belum. Apa namanya, pesannya belum tertangkap, kalau pesannya sudah tertangkap, baru dapat informasi tentang berbagai hal yang dia lakukan.”

Sebelumnya, Rabu (9/1) rumah petinggi KPK, yakni Agus Rahardjo dan Laode M Syarif, mendapatkan teror dari orang tidak dikenal. Rumah Agus di Perumahan Graha Indah, Jatiasih, Bekasi, mendapat teror benda mirip bom paralon sekitar pukul 05.30 WIB.

Sementara itu, rumah Laode di Jalan Kalibata Selatan dilempar dua bom molotov dini hari.

Kombes Argo Yuwono mengatakan pihaknya sudah memeriksa belasan orang terkait teror tersebut.  “Sudah 11 saksi kami periksa. Saksi korban, keluarga, dan orang yang tinggal di situ, kemudian juga saksi-saksi di depan rumah korban dan tetangga,” ungkap Argo. (X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More