Karena Guk Guk pun Perlu Pandai Bergaul

Penulis: Abdillah Marzuqi Pada: Minggu, 13 Jan 2019, 01:30 WIB Weekend
Karena Guk Guk pun Perlu Pandai Bergaul

MI/ADAM DWI

BONI terlihat sangat gembira. Ia berlari kecil mengitari taman. Namun, tidak jarang juga ia malu-malu saat bertemu dengan sesama guk guk. Apalagi dengan anjing yang bertubuh lebih besar, Boni yang berjenis mini maltese ini tampak gugup.

Begitulah polah Boni di taman anjing bernama PAWS di Gading Walk Mall Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (10/1). Tidak hanya Boni, anjing berbagai jenis lainnya juga tampak asik bermain di taman yang berlapis rumput sintetis dan memiliki banyak fasilitas permainan tersebut.

Taman bermain anjing kini memang mulai banyak bermuncul­an di Jakarta dan kota sekitarnya. Ada yang terdapat di mal dan ada pula yang berdiri sendiri.

Kehadirannya bisa dimengerti sejalan dengan kebutuhan para pemilik anjing. Bahkan ketika memelihara anjing ras sudah menjadi bagian dari gaya hidup, para pemilik pun tidak segan merogoh kocek untuk memanjakan peliharaan mereka.

Segala kebutuhan sang anjing, termasuk untuk bermain dan berinteraksi, dipenuhi dengan yang terbaik. Inilah yang tampak menjadi alasan di taman bermain tersebut. Bagi para kaum urban, anjing mereka juga butuh untuk ‘gaul’.  

Ini pula yang dirasakan Nadia Gloria. Perempuan berusia 25 tahun ini mengungkapkan jika Ringgo, anjing kesayangannya kerap sangat reaktif ketika bertemu anjing lainnya. Itu karena Ringgo jarang ‘bergaul’.

“Tadi kayak langsung lihat anjing yang lain aja, dia kayaknya langsung mau berantem. Ya kan! Ya kan!” belum selesai Nadia bicara, Ringgo sudah bereaksi ketika didekati anjing lain. Ringgo adalah anjing jenis pug berkelamin jantan yang berusia 2 tahun.

Dengan membawa Ringgo ke taman bermain anjing dan banyak bertemu dengan anjing lain, Nadia ingin agar Ringgo bisa lebih akrab dan bersahabat dengan anjing lain.

“Pengennya enggak kayak gitu lagi. Iya (pengen bersahabat),” terang Nadia.

Hampir sama dengan Ringgo, Boni pun butuh penyesuaian dengan teman-temannya. Boni tidak mempunyai teman anjing lain ketika di rumah. Ia sendiri. Beruntungnya Boni punya pemilik yang kerap mengajaknya bermain ke luar rumah.

“Gak ada, emang cuma sendiri dia. Soalnya kalau di rumah kan kasihan. Biar dia interaksi sama anjing lain,” ujar pemilik Boni, Chilvia.

Ia menuturkan, setelah datang kedua kali, Boni sudah mulai bisa berinteraksi dengan anjing lain.

“Karena dia baru pertama interaksi, cuma tadi malam sih udah. Dia udah bisa kejar-kejar anjing lain. Padahal, awalnya masuk sini dia takut. Sembunyi di kaki aku terus. Sekarang sudah bisa lari-lari,” tambah Chilvia.

Lebih tenang

Menurut Chilvia, selain manfaat interaksi dengan anjing lain, ada manfaat lain ketika anjing dibawa ke taman bermain. Anjing bisa bermain dan berlarian dengan bebas. Aktivitas itu akan menguras energinya sehingga ketika pulang, anjing akan lebih tenang.

“Ada perbedaan pasti. Soalnya kalau anjing itu kalau misalnya dia capek, dia pasti bakal happy (senang). Jadi dia barking-nya (gonggongan), energinya semua sudah keluar. Jadi dia di rumah itu jadi calm (tenang), gitu,” sambungnya.

Berjalan dan bermain di taman ternyata tidak akan berpengaruh banyak bagi anjing, jika pemilik tidak menyalurkan energi positif. Anjing akan merespons yang diberikan pemilik.

Di taman bermain itu Boni tampak mengeksplo­rasi berbagai fasilitas. Ia masuk lorong di bawah gundukan bukit buatan, bermain di gazebo kecil, dan mengitari miniatur mobil mini.

Paws terbagi menjadi dua area bermain. Area pertama ialah area khusus untuk anjing jenis kecil dan area kedua untuk anjing jenis besar yang langsung terkoneksi dengan kolam renang berukuran 9 meter x 3 meter. Anjing jenis kecil juga dapat menikmati fasilitas kolam renang dengan melewati pintu khusus.

Meski berada dalam area bermain, anjing harus tetap berada dalam pengawasan pemilik. Begitu peraturan yang harus dipatuhi para pemilik anjing. Bagaimanapun anjing ialah hewan yang lebih dekat dengan pemiliknya. Pemilik anjing lebih tahu karakter dan tabiat peliharaanya.

Selain itu pemilik anjing juga berkewajiban untuk menjaga kebersihan lingkungan. Mereka diharuskan untuk bertanggung jawab terhadap peliharaan mereka. Disediakan beberapa alat kebersihan untuk membersihkan kotoran anjing mereka.

Chilvia juga membawa poop bag sendiri. Ia menyimpannya dalam kantong bundar kecil dan menyatukannya dengan tali kendali Boni sehingga kemanapun Boni diajak pergi, pasti tali kendali dan poop bag ikut serta. “Kemana-mana bawa poop bag. Jadi kalau Boni poop, tinggal diangkut” ujar Chilvia.

Sementara itu, Nadia Gloria mengaku jarang membawa kantong kotoran. Hal ini dilakukan karena ia telah melatih Ringgo untuk mengeluarkan kotoran di jam-jam teratur dan dilakukan di rumah. Ia mengaku kebiasaan itu dilatih bukan hanya demi kenyamanan pemilik sendiri tetapi juga untuk menjaga kebersihan lingkungan. (M-1)

VIDEO TERKAIT:

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More