Yayasan Putri Indonesia Buka Suara soal Prostitusi Daring

Penulis: Antara Pada: Sabtu, 12 Jan 2019, 21:30 WIB Humaniora
Yayasan Putri Indonesia Buka Suara soal Prostitusi Daring

Ilustrasi

YAYASAN Putri Indonesia buka suara mengenai pernyataan Kepolisian Daerah Jawa Timur terkait dua finalis kontes kecantikan itu yang diduga terlibat dalam prostitusi daring (online).

Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan, Jumat (11/1), mengungkapkan dua finalis Puteri Indonesia terlibat dari 45 artis dan 100-an model yang dikendalikan mucikari ES dan TN. Luki mengatakan mereka ialah finalis Putri Indonesia pada 2016 dan 2017.  

Ketua Bidang Komunikasi Yayasan Putri Indonesia, Mega Angkasa, mengunggah pernyataan resmi di akun Instagram-nya, Sabtu (12/1). Dia menulis Yayasan Putri Indonesia (YPI) telah memecat Fatya Ginanjarsari, finalis Kalimantan Utara 2017 tahun lalu karena melanggar
kontrak finalis Putri Indonesia yaitu mengikuti ajang internasional tanpa izin YPI.  

Sementara itu, finalis Jambi 2016, Maulia Lestari, disebut mulai hari ini bukan lagi bagian dari keluarga besar YPI. Kontraknya telah
berakhir sejak Maret 2018.

Keduanya tidak diizinkan menggunakan atribut finalis Putri Indonesia untuk kepentingan apa pun, tulis Mega.

"Atas hal-hal yang merugikan nama baik YPI, pihak YPI berhak untuk melakukan tindakan hukum terkait dengan pencemaran nama baik YPI," tulis dia. (OL-1)

 

 

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More