Pamorkan Nusantara di Nara

Penulis: Thalatie K Yani Pada: Sabtu, 12 Jan 2019, 22:50 WIB Weekend
Pamorkan Nusantara di Nara

MI/THALATIE

SUASANA alam sangat terasa saat memasuki kawasan Nara Park di Bandung, Jawa Barat. Bangunan rumah tua berwarna putih yang berada di bagian depan langsung menarik untuk dihampiri.

Rumah itu bukan sembarangan rumah. Bangunan itu merupakan kediaman mendiang pengacara Adnan Buyung Nasution. Dengan tetap mempertahankan bentuk aslinya, rumah itu dialihfungsikan menjadi satu dari tujuh restoran penghuni Nara Park. Restoran Pamor menjadi penghuninya saat ini. "Bangunan utama di depan itu bekas rumah Adnan Buyung Nasution. Tidak kita ubah karena masuk heritage," ujar salah satu dari lima Founder Nara Park, Jully B Nara, akhir Desember lalu.

Saat berkunjung ke restoran ini, pastikan mencicipi dua sup andalan mereka, yakni sup pindang ikan dari Palembang dan sabrah aubiah dari Papua.

Executive chef Sunar Setiawan kepada Media Indonesia mengaku memilih dua hidangan ini karena ingin mengangkat hidangan Nusantara yang cukup beragam. Apalagi, kedua sup ini sangat pas disantap di Bandung yang cuacanya sejuk.

Saat disajikan, pindang ikan ditaruh dalam panci tanah liat. Potongan ikannya cukup tebal tapi empuk. Kuahnya terasa segar dengan sentuhan asam segar, pedas, dan sedikit manis. Bila di Palembang, pindang biasanya menggunakan ikan belida atau ikan patin, chef Sunar memilih menggunakan ikan gindara.

"Seharusnya ikan belida, tapi karena susah kita pakai ikan gindara. Tekstur gindara cocok untuk pindang, lebih firm. Semakin lama direbus dagingnya semakin mengikat," ujar chef Sunar.

Ikan ini diolah menggunakan serai, lengkuas, daun jeruk, bawang merah, bawang putih, kemangi, dan kunyit. Tidak lupa kaldu ikan yang diolah dari tulang ikan gindara. Pindang ini sangat pas disantap saat panas dan nasi putih. "Panci tanah liat ini sengaja dipilih agar bisa mempertahankan panas dari pindang," ujarnya.

Hidangan berikutnya berasal dari Papua. Sabrah aubiah namanya, hidangan kepala ikan dengan kuah kental ini terasa gurih dengan rasa yang khas.

Bila di daerah aslinya, sajian ini menggunakan kepala ikan arwana dan disajikan saat acara adat. Di sini menggunakan kepala ikan nila. Selain itu, chef Sunar pun tetap menggunakan resep asli. Kuahnya terbuat dari pon poi alias kerang kampak yang sudah dijemur kering dan dihancurkan menjadi bubuk. Bubuk itu dicampur dengan bawang merah, bawang putih, rempah-rempah, kecombrang, dan belimbing wuluh.

"Di sini, saya gunakan santan untuk membuatnya kental," ujar chef Sunar.

 

Tujuh

Pamor menjadi salah satu dari tujuh restoran yang menghuni Nara Park. Semua restoran ini tersebar di kawasan seluas 6.900 meter persegi. Ketujuh restoran itu ialah Pamor, Oval, Foresta Coffee, Nanny Pavilion, Torigen, dan Porto.

Kawasan yang dibuka pada Maret 2018 ini mengusung konsep alam. Menurut Jully, 70% kawasan merupakan lapangan terbuka dan pembangunan menyesuaikan dengan kontur tanah dan alam. "Kita tidak menebang pohon, lay out bangunan harus mengikuti tanaman yang ada. Jangan heran kalau ada pohon di tengah bangunan," ujar Jully.

Dengan lapangan terbuka, tamu yang membawa anak bisa bermain bebas. Anak-anak bisa memilih berbagai tempat bermain yang disediakan Nara Park, termasuk taman kura-kura yang menyediakan dua kura-kura asal Afrika. "Anak-anak bebas bermain lari di lapangan rumput atau seluncuran dari atas," ujar Jully. Bahkan, rencananya akan dibuka kafe khusus anak di salah satu sudut kawasan yang belum dikembangkan.

Jully pun sadar, dengan ramainya anak-anak yang bermain di lapangan atau acara yang dilakukan di tengah lapangan akan berdampak pada kerusakan rumput gajah mini. Guna menjaga rumputnya, bila ada yang rusak akan segera dilakukan tata ulang. "Kita tata ulang rumputnya dan kawasan itu akan dipagar agar tidak diinjak," ujar General Manager Nara Park, Rizal.

Menariknya, saat berkunjung ke sini, jangan bingung memilih tempat duduk. Seperti food court, tamu bisa memilih duduk di restoran mana pun, walau Anda tidak memesan makanan dari restoran tersebut.

"Kita bisa duduk di restoran mana saja, karena pembayarannya satu billing. Memang awalnya sangat sulit, tapi bisa kita terapkan," ujarnya.

Penasaran ingin mencicipi hidangan Pamor yang hanya ada di Nara Park? Datang langsung ke Jalan Rancabentang No 28, Ciumbuleuit, Cidadap, Bandung. Tersedia shuttle bus dari parkiran menuju lokasi yang buka dari pukul 08.00 hingga 21.30 WIB. (M-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More