Prabowo-Sandi Memang tidak Siap

Penulis: Insi Nantika Jelita Pada: Sabtu, 12 Jan 2019, 08:50 WIB Politik dan Hukum
Prabowo-Sandi Memang tidak Siap

MI/Susanto

LANGKAH pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandi-aga Uno mengubah visi-misi yang sebelumnya diserahkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) menunjukkan bahwa mereka tidak siap dengan konsep membangun bangsa.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin, Ace Hasan Syadzily, menyatakan dengan mengubah visi-misi berarti Prabowo-Sandi tak konsisten. Artinya, mereka memang tidak siap membangun bangsa karena konsepnya saja bongkar pasang.

“Padahal selama ini mereka selalu menyerang kami dengan tuduhan kami tidak siap menyampaikan visi-misi. Fakta sebenarnya ternyata justru mereka tidak siap. Jangankan untuk memaparkan, konsepnya saja ganda seperti itu,” cetus Ace di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, visi-misi ibarat kontrak politik antara pasangan calon dan pemilih. Asumsinya, pemilih akan membaca dan mencermati apa saja item-item kontrak politik yang dijanjikan paslon.

Dengan adanya dua visi-misi, imbuh Ace, paslon nomor urut 02 bisa mengelak kalau yang ditagih dokumen awal. Mereka akan ­bilang yang benar dokumen 9 Januari 2018. Begitu pun ­sebaliknya. “Saat debat, mereka dengan gampangnya akan merujuk pada dua dokumen yang berbeda. Ini juga akan menyulitkan panelis yang sudah ditetapkan oleh KPU,” tandas Ace.

Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi ­menyerahkan visi-misi yang direvisi ke KPU pada 9 Januari lalu. Namun, KPU menegaskan visi-misi tak bisa diubah. Mereka kemudian berdalih bahwa revisi visi-misi itu bukan untuk KPU, melainkan untuk rakyat.

Ace menganggap BPN Prabowo-Sandi kian aneh. “Hal ini akan membuat rakyat makin bingung, yang mana jadi pegangan mereka. Mana yang akan jadi dasar kontrak politik dengan rakyat.”

Pengamat politik CSIS Arya Fernandes menilai perubahan dilakukan karena Prabowo-Sandi menyadari ada kelemahan di visi-misi awal. Mereka sadar bahwa debat nanti sangat ditunggu publik sehingga merasa perlu menghadirkan sesuatu yang berbeda.

Menurut Arya, perubahan visi-misi bukan sesuatu yang aneh. “Yang penting kan apa yang mereka sampaikan itu. Siapa pun yang telah terpilih, visi-misi itu akan menjadi blue print pemerintah.”

Ketua KPU Arief Budiman menyatakan visi-misi capres-cawapres memang tidak boleh ­diperbarui. KPU pun berpedoman pada visi-misi yang diserahkan pada saat pendaftaran paslon pada 10 Agustus 2018.

“Jadi tidak boleh memperbarui visi-misi. Jangan menggunakan istilah itu (ditolak), istilahnya ialah KPU menerima seluruh dokumen pendaftaran pada masa pendaftaran (capres), salah satunya visi-misi.”

Anggota Dewan Pengarah BPN Prabowo-Sandi, Hidayat Nur Wahid, menerima keputusan KPU tersebut. Namun, dia memperta-nyakan mengenai perbedaan foto Jokowi-Amin yang berbeda antara di surat suara dan di visi-misi.

Menjiplak
Koordinator juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengatakan perubahan visi-misi Prabowo-Sandi hanya untuk memenuhi unsur ­estetika. Tak ada hal signifikan yang mereka ubah.

Akan tetapi, hal itu dibantah keras Ace Hasan. Ace ­menyebutkan hanya 19 dari 238 program aksi atau sekitar 7,89% yang sama dengan visi-misi lama. Pun, 116 dari 238 agenda atau sekitar 48,74% ialah agenda baru.

“Satu lagi yang menarik ialah banyak agenda aksi baru yang menjiplak visi-misi paslon 01 dan menawarkan agenda yang sudah dijalankan Pak Jokowi. Misalnya, mengubah ‘Paradigma Sehat’ menjadi ‘Gerakan Masyarakat Hidup Sehat’. Program ini sudah dijalankan Jokowi dalam 4 tahun terakhir dan termuat dalam visi-misi kami,” terang Ace. (Pro/X-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More