Spanduk Larangan Kampanye di Tempat Ibadah Tangkal Penggunaan SARA

Penulis: RO/Micom Pada: Sabtu, 12 Jan 2019, 00:02 WIB Politik dan Hukum
Spanduk Larangan Kampanye di Tempat Ibadah Tangkal Penggunaan SARA

dok pribadi

Anggota Komisi III Ahmad Sahroni mengapresiasi langkah Polres Jakarta Barat yang besinergitas dengan unsur tiga pilar lainnya, dalam hal ini Pemerintah Kota Jakarta Barat serta TNI dalam pemasangan lebih dari 1000 spanduk berisi maklumat larangan kampanye di tempat-tempat ibadah di Jakarta Barat.

Langkah ini disebutkan Sahroni sebagai upaya preventif mencegah digunakannya SARA dalam pesta demokrasi yang akan digelar serentak pada tanggal 17 April 2019 mendatang.

“Sikap Polres Jakarta Barat bersinergi dengan Pemkot Jakarta Barat dan Kodim setempat dalam menciptakan kampanye damai patut diapresiasi. Langkah yang dilakukan bersama pemerintah dan TNI setempat dengan memasang spanduk larangan kampanye di tempat ibadah sebagai langkah positif mencegah adanya penggunaan SARA dalam kampanye pemilu serentak mendatang,” ujar Sahroni, Jumat (11/1).

“Kita berharap munculnya awareness kampanye positif tanpa SARA dari umat seiring pemasangan spanduk yang dilakukan bersama-sama DKM (Dewan kemakmuran Masjid) maupun pengurus tempat ibadah lainnya. Dengan langkah ini kita berharap tak ada lagi riak-riak kampanye berbasis agama,” lanjutnya.

Lebih jauh Politisi NasDem ini turut mengapresiasi kerukunan dan kesolidan yang ditunjukkan para pengurus tempat ibadah di Jakarta. Sahroni optimis virus intoleransi ataupun politisasi agama yang sempat mencuat saat Pilkada DKI lalu tidak akan muncul di kawasan Barat ibukota ini.

“Saya optimis tidak akan ada intolerasi ataupun politisasi agama di Jakarta Barat. Langkah yang dilakukan oleh Polres Jakarta Barat dengan unsur tiga pilar lainnya harus dicontoh wilayah lain di Ibukota dan seluruh daerah di Indonesia,” pesan Sahroni.

Dalam kesempatan yang sama Sahroni meminta masyarakat berperan aktif menyampaikan kepada pihak seperti panwaslu ataupun kepolisian bila menemukan adanya penggunaan SARA dalam kampanye di daerahnya.

“Masyarakat harus peduli bahwa penggunaan SARA itu berbahaya dan menciptakan gangguan keamanan maupun ketertiban. Saya berharap masyarakat juga menjadi pengawas dan melaporkan bila ada kampanye menggunakan SARA,” kata Sahroni.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Hengki Haryadi sebelumnya memaparkan, tempat ibadah yang dipasangi spanduk larangan berkampanye terdiri atas 860 masjid, 237 gereja, dan 85 wihara. Ia mengungakpkan, pemasangan 1.000 spanduk selain diharapkan bisa menjaga kerukunan beragama menjelang Pemilu 2019, sekaligus untuk mengingatkan masyarakat untuk tidak terlibat dalam penyebaran berita bohong (hoax), SARA, dan radikalisme. Hengki mengingatkan, agar peristiwa pembunuhan di Madura yang dilatarbelakangi perbedaan pilihan politik tak terulang pada Pemilu serentak mendatang.

“Sudah ada aturannya dalam UU Pemilu, tempat ibadah, sekolah, dan instansi pemerintah tidak boleh (jadi tempat kampanye)," Hengki mengingatkan.

Mantan Kasubdit I Dittipideksus Bareskrim Polri ini mengemukakan, sesuai amanat Menteri Agama, boleh saja tempat ibadah dijadikan tempat politik, tapi politik yang sifatnya substantif, dalam artian hanya berbicara tentang kenegaraan, berbicara tentang bangsa, tidak dalam sasaran politik praktis. Milih A dan milih B.

Wakil Wali Kota Jakarta Barat, Muhammad Zen menuturkan, pemasangan spanduk di semua tempat-tempat ibadah, seperti masjid, gereja, pura, dan wihara diinisiasi okeh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB). kegiatan ini ditekankan Zen didasari UU 27/2017 tentang Pemilu yang melarang adanya kegiatan kampanye di tempat ibadah dan sekolah. Zen meyakinkan adanya sanksi yang akan dijatuhkan kepada pihak yang melanggar aturan tersebut. (A-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More