Fadli Bidik Tiket Paralimpiade Tokyo 2020

Penulis: M Taufan SP Bustan Pada: Jumat, 11 Jan 2019, 20:30 WIB Olahraga
Fadli Bidik Tiket Paralimpiade Tokyo 2020

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

SETELAH meraih medali emas di Asian Track Championship (ATC) 2019, pembalap sepeda disabilitas Indonesia Muhammad Fadli Imammuddin begitu yakin bisa menoreh prestasi di Paralimpiade Tokyo 2020.

Menurut Fadli, ia sangat bersyukur atas prestasi yang bisa diraih di ATC.

Pasalnya, meski terbilang baru menggeluti olahraga ini pada 2017, mantan pembalap sepeda motor itu sudah bisa mendulang emas.

"Semoga saya bisa terus meraih prestasi. 1,5 tahun merupakan waktu yang belum lama bagi saya," ungkap Fadli di Jakarta International Velodrome, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (11/1).

Meski mengaku tidak mudah bisa berprestasi di Paralimpiade Tokyo, Fadli yakin akan bisa meraihnya.

Dia mengaku, setelah ACT banyak kejuaran yang harus diikutinya sehingga peluang untuk Olimpiade terbuka lebar untuknya.

Di antaranya, Asian Cycling Championship 2019 Uzbekistan (23-28 April), ASEAN Paragames 2019 Filipina (Januari 2020), serta sejumlah kejuaraan lainnya.

"Target saya menang di setiap kejuaraan itu sehingga bisa membawa satu slot untuk ke Paralimpiade 2020. Perjuangan tentu akan kita lakukan karena itu bukan hal yang mudah," terang Fadli.

Saat ini, Fadli diketahui menempati urutan ke-16 dalam peringkat atlet paracycling putra dunia. Namun dari level Asia, dia bertengger di urutan ketiga.

"Menduduki peringkat enam besar Asia manjadi target besar saya. Karena dari situ saya baru bisa mendapatkan tiket ke Paralimpiade 2020. Insya Allah bisa," tandasnya.

Seperti diberitakan, Fadli keluar membawa medali emas pertama bagi atlet balap sepeda putra Indonesia di ACT 2019, setelah menjuarai nomor individual pursuit 4.000 meter kategori paracycling C4-C5. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More