Pemerintah Waspadai Potensi Peningkatan Karhutla

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Jumat, 11 Jan 2019, 20:23 WIB Humaniora
Pemerintah Waspadai Potensi Peningkatan Karhutla

MI/ROMMY PUJIANTO

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya menyampaikan pihaknya terus mewaspadai ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini. Pasalnya, fenomena El Nino diperkirakan bakal terjadi. Meski diprediksi dalam level moderat, El Nino berpengaruh semakin keringnya cuaca dan bisa memicu titik panas (hotspot) menjadi kebakaran hebat.

"Tahun 2019 ini kita lebih waspada lagi karena Januari-Februari saja diperkirakan akan lebih kering cuacanya. Pemerintah daerah sudah diingatkan untuk lebih intensif pencegahan dan penangananya," kata Menteri Siti di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, Jumat (11/1).

Kejadian karhutla, imbuhnya, sudah dipantau sejak periode libur Natal dan Tahun Baru yang lalu. Sejumlah kebakaran melanda di Aceh, Riau, dan Sumatra Barat. Penanganan telah dilakukan dengan pemadaman secara tuntas. Ia menambahkan telah menyurati seluruh gubernur untuk lebih waspada dan intensif melakukan penanganan dan pencegahan antara lain pengecekan lapangan, pemadaman, dan sosialisasi.

"Daerah lain seperti Maluku, Jawa Barat dan Jawa Timur juga terpantau titik panas. Tapi itu hanya titik panas bukan kebakaran. Yang benar-benar terjadi kebakaran hanya di Aceh, Riau, dan Sumatra Barat. Tim gabungan Manggala Agni, BPBD, dan pemda sudah bagus responsnya," ucap Menteri Siti.

Ia menuturkan pihaknya juga telah mengevaluasi kondisi karhutla sepanjang tahun lalu. Evaluasi itu telah dilaporkan ke Menkopolhukam dan saat ini tengah disiapkan laporan komprehensif kepada Presiden.

"Kondisi karhutla 2018 intinya lebih panas dibandingkan 2017. Kemudian areal yang terbalar lebih besar. Pada 2017 sekitar 197 ribu hektare terbakar lalu pada 2018 yang terbakar berkisar 300 ribu hektare," ungkapnya.

Peningkatan karhutla juga dinilai bisa mengancam capaian pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Menurut data KLHK, capaian penurunan emisi GRK pada 2017 sudah mencapai 24% dari target 29% pada 2030. Itu sebagian besar karena keberhasilan menekan karhutla khususnya pada lahan gambut.

"Intinya kita lebih waspada lagi tahun ini," tegas Menteri Siti.

Menurut Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan KLHK Raffles Panjaitan, upaya pencegahan tetap menjadi prioritas dalam pengendalian karhutla. Keberhasilan upaya pencegahan diharapkan mampu mengurangi intensitas kebakaran yang terjadi.

"Respons cepat terhadap pantauan titik panas melalui pengecekan dan juga pemadaman dini akan mencegah meluasnya kebakaran yang berdampak timbulnya asap," ucapnya. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More