DPRD DKI: Pejabat Diharapkan Berlatar Belakang Sama dengan Jabatannya

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Jumat, 11 Jan 2019, 19:40 WIB Megapolitan
DPRD DKI: Pejabat Diharapkan Berlatar Belakang Sama dengan Jabatannya

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

ANGGOTA Komisi A DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono menegaskan meski dipilih berdasarkan hasil seleksi, pengisi jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (PTP) diharapkan memiliki latar belakang pendidikan serta rekam kerja yang relevan dengan jabatan yang akan diisinya.

Ia mencontohkan, untuk Dinas Kesehatan sebaiknya dipimpin oleh seseorang yang memiliki latar belakang pendidikan kesehatan.

"Ya minimal harus sama latar belakangnya. Jangan sampai dia tidak paham apa yang dia kerjakan," kata Gembong saat dihubungi Media Indonesia, Jumat (11/1).

Baca juga: Wali Kota Jakut Sebut Limbah Busa di KBT Sudah Berulang Kali Terjadi

Ia menegaskan, tidak menolak keberadaan seleksi jabatan yang sudah diterapkan sejak era gubernur-gubernur sebelumnya. Namun, ia berharap seleksi tidak dilakukan membabi buta hingga mengenyampingkan latar belakang pendidikan maupun pengalaman kerja ASN terkait.

Salah satu PTP yang dianggap tidak selaras pengalaman kerja dengan SKPD yang dipimpin, yakni Hari Nugroho yang dilantik Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Desember lalu untuk mengepalai Dinas Bina Marga.

Sebelumnya, jabatan yang dipegang Hari adalah Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta. Terbiasa mengurus masalah kebersihan, Hari pun diragukan dapat mengurus masalah konektivitas jalan di Jakarta.

Gembong yang juga politikus PDIP ini pun menegaskan agar pada empat SKPD yang belum memiliki pimpinan definitif agar dapat diisi oleh pihak-pihak yang berkompeten.

Keempat SKPD yang belum memiliki pimpinan definitif dan diisi oleh pelaksana tugas (plt) yakni Dinas Perhubungan, Dinas Perindustrian dan Energi, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More