Selogan Indonesia Maju Jokowi Lebih Mudah Dimengerti Publik

Penulis: Dero Iqbal Mahendra Pada: Jumat, 11 Jan 2019, 19:36 WIB Politik dan Hukum
Selogan Indonesia Maju Jokowi Lebih Mudah Dimengerti Publik

ANTARA

PENELITI sekaligus Founder dan CEO Alvara Research Center Hasanuddin Ali menilai tagline Indonesia Maju yang digunakan oleh Jokowi - Ma'ruf Amin lebih mudah diterima publik dibandingkan tagline Indonesia Adil Makmur yang digunakan oleh Prabowo.

Survei Alvara Research Center yang dilakukan secara nasional pada periode 11-24 Desember 2018 dengan menggunakan multi stage random sampling dengan menggunakan wawancara kepada 1200 responden yang berusia 17 tahun keatas. Sample diambil dari 34 provinsi dengan jumlah sample tiap provinsi proposional terhadap jumlah penduduknya. Survei ini memiliki rentang margin of error sebesar 2,88% dengan tingkat kepercayaan sebesar 95%.

Survei menunjukkan tagline Indonesia Maju diketahui sebanyak 22,7% dari total responden sebagai tagline kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Sedangkan untuk tagline kampanye Prabowo-Sandiaga yang menggunakan Indonesia Adil Makmur hanya sebesar 19% diketahui oleh responden.

"Selogan itu tidak dapat berdiri ssendiri, ada gagasan (visi misi) di belakangnya. Angka tersebut masih rendah dan masih kurang dipahami oleh masyarakat. Sebab kalau kita lihat isu isu yang muncul di publik adalah isu pinggiran dan bukan isu substansial," tutur Hasanuddin di Jakarta, (11/1).

Padahal menurutnya dalam proses kampanye di pilpres, sesungguhnya publik memiliki keingintahuan tentang isi maupun gagasan dari para capres dan cawapres untuk 5 tahun kedepannya. Hal tersebut sebetulnya dapat tercermin dalam program, namun hal tersebut tidak begitu terlihat pada masa kampanye.

Keinginan pergantian selogan itu pun menurut Hasanuddin disebabkan karena slogan tersebut tidak mudah atau sulit dimengerti oleh publik.

"Indonesia adil dan makmur, itu ngak gampang nancep ke publik. Mungkin itu yang melatarbelakangi untuk diganti menjadi Indonesia Menang, agar gampang diterima oleh publik. Sebagaimana selogan Jokowi yang Indonesia Maju yang gampang diterima publik, lebih singkat dan padat," tutur Hasanuddin.

Namun keinginan pergantian tersebut dissebut Hasanuddin sebagai pertanda baik bahwa kedepannya akan ada pertarungan gagasan masing masing. Para kandidat akan dapat memaparkan apa yang dimaksud indonesia maju seperti apa maupun indonesia menang seperti apa kepada para pemilih. (OL-4)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More