Tiru Indonesia, Malaysia Juga Ingin Masukan Nilai Budaya ke Pendidikan

Penulis: Indriyani Astuti Pada: Jumat, 11 Jan 2019, 19:21 WIB Humaniora
Tiru Indonesia, Malaysia Juga Ingin Masukan Nilai Budaya ke Pendidikan

AFP PHOTO / DEPARTMENT OF INFORMATION / MASZUANDI ADNAN

MENTERI Pendidikan Malaysia Maszlee Malik menambahkan bahwa pihaknya kagum dengan pendekatan Indonesia yang meletakan kebudayaan dan pendidikan di bawah satu kementerian.

Menurutnya, pendidikan dan kebudayaan merupakan satu kesatuan. Ia berpendapat, pendidikan punya peran meletakan nilai-nilai, sedangkan kebudayaan menjadi salah satu cara dalam menyampaikan nilai-nilai tersebut supaya karakter dan nilai kepribadian bangsa tidak tercerabut dari akarnya.

"Malaysia ingin menitikberatkan nilai itu dalam pendidikan. Kami percaya pendidikan harus mengubah generasi yang akan datang. Contohnya Jepang setelah perang dunia kedua, mereka dapat berkembang jadi bangsa yang memainkan peran penting di dunia karena nilai-nilai dan karakter bangsa yang dipegang teguh," terang Maszlee, Jumat (11/1).

Pihaknya mengaku khawatir, tanpa penguatan karakter dan nilai-nilai karakter bangsa, negara semakin tergerus seiring perkembangan globalisasi dan tekonologi. Hal itu ditandai dengan masuknya banyak paham-paham yang tidak sesuai dengan karakter bangsa seperti radikalisme dan terorisme. Salah satu nilai yang akan dikedepankan, sambung dia, ialah menggaungkan pendidikan dan mempopulerkan Islam yang moderat.

"Karena itu, perlu pembinaan karakter dan budaya untuk bangkit sebagai bangsa yang maju. Kami tekankan kualitas dalam pendidikan dan harus datang bersama dengan nilai. Nilai itu yang akan membentuk siapa kita saat seratus atau dua ratus tahun nantinya," pungkasnya.

Adapun Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Indonesia Muhadjir Effendy dan Menteri Pendidikan Malaysia Maszlee Malik sepakat akan melakukan program pertukaran guru. Tujuannya, untuk memperkuat nilai-nilai pendidikan karakter serta membangun kolaborasi agar kedua negara dapat bersaing di tingkat global. "Secepatnya dilakukan pertukaran guru,"ujar Muhadjir. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More