Kemacetan Bikin Wisatawan Enggan Kembali ke Jakarta

Penulis: Selamat Saragih Pada: Jumat, 11 Jan 2019, 19:20 WIB Megapolitan
Kemacetan Bikin Wisatawan Enggan Kembali ke Jakarta

JAKARTA sebagai Ibu Kota Negara membutuhkan program baru untuk pembenahan dan pembangunan kota dan destinasi wisata. Selain itu,  dibutuhkan juga pengembangan strategi yang baik untuk meningkatkan peluang menarik bagi kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman).

Kedua hal ini perlu dilakukan karena berdasarkan laporan hasil penelitian tentang pariwisata di DKI Jakarta tahun 2018, peluang wisatawan kembali berkunjung ke Jakarta masih relatif rendah. Peluang wisnus kembali hanya sebesar 0,56%, sedangkan wisman 0,63%.

"Namun bila seluruh faktor wisata baik, peluangnya meningkat menjadi 0,97%. Artinya masih banyak hal-hal yang perlu dibenahi lagi," kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Trisno Nugroho, di Jakarta, Jumat (11/1).

Masih berdasarkan hasil penelitian tersebut, lanjut Trisno, faktor yang paling berpengaruh untuk meningkatkan peluang wisatawan kembali berkunjung ke Jakarta adalah aksesibilitas, atraksi, dan aktivitas.

Faktor yang saat ini paling unggul dalam menarik wisnus untuk kembali berwisata ke DKI Jakarta adalah kemudahan mendapatkan transportasi. Namun, hambatan dalam perjalanan atau kemacetan paling banyak dikeluhkan.

"Jika permasalahan kemacetan dapat diselesaikan, maka peluang wisatawan kembali ke Jakarta akan meningkat," lanjutnya.

Trisno menambahkan, Kota Jakarta membutuhkan pembenahan dalam membangun kota dan destinasi wisata. Selain itu, dibutuhkan pengembangan strategi yang baik untuk meningkatkan peluang menarik kunjungan wisatawan.

Hal lain yang membuat enggan wisatawan kembali ke Jakarta adalah belum beragamnya spot foto yang unik dan menarik untuk dimasukkan ke media sosial (medsos). Pilihan aktivitas wisata juga demikian. Kemudian, tidak banyak petugas yang membantu para wisatawan di lokasi wisata serta minimnya area permainan anak.

"Untuk itu, BI memberikan tujuh rekomendasi kepada Pemprov DKI, pelaku sektor pariwisata dan pemangku kepentingan lainnya," ungkapnya.

Ketujuh rekomendasi tersebut yaitu memperbanyak promosi di medsos, menempatan petugas di titik strategis dan pemberian petunjuk atau informasi wisata yang lebih luas, memperbanyak lagi spot foto yang unik dan instagram mable, serta memperbanyak event khususnya festival olahraga dan budaya.

Selanjutnya, kata dia, memperbanyak pilihan paket wisata private dan open trip, perbaikan sistem transportasi dari dan menuju tempat wisata, serta meningkatkan fasilitas yang sesuai kebutuhan atau karakteristik wisatawan.

"Pemerintah daerah diharapkan supaya dapat lebih berperan dalam melakukan penataan," pungkas Trisno. (A-2)

 

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More