Pemerintah Tingkatkan Mutu Karet untuk Campuran Aspal

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Jumat, 11 Jan 2019, 12:39 WIB Ekonomi
Pemerintah Tingkatkan Mutu Karet untuk Campuran Aspal

ANTARA/Nova Wahyudi

KEMENTERIAN Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan tengah berupaya meningkatkan kualitas karet produksi petani lokal untuk dapat digunakan sebagai bahan baku campuran aspal.

Direktur Jenderal Perkebunan Kementan Bambang mengatakan peningkatan mutu bahan olah karet rakyat (bokar) telah dilakukan di beberapa daerah terutama wilayah sentra seperti Sumatra Selatan.

"Kita dorong petani untuk menghasilkan karet dengan spesifikasi sesuai kebutuhan untuk campuran aspal. Dengan begitu, karet mereka akan mudah diserap perusahaan produsen aspal," ujar Bambang di Jakarta, Jumat (11/1).

Peningkatan mutu bokar secara otomatis juga membuat harga menjadi terangkat. Bambang mengungkapkan bokar yang telah memiliki kualitas lebih baik kini ditawar dengan harga cukup tinggi.

"Ada kenaikan sampai Rp5.000 per kilogram (kg) jadi petani sekarang bisa dapat Rp9.000-Rp10.000 per kg. Itu keuntungan yang wajar," ucapnya.

Ke depannya, Kementan akan fokus pada perluasan wilayah peningkatan mutu sehingga volume bokar yang memiliki kualitas baik semakin besar.

Baca juga: Pemerintah Upayakan Serapan Karet untuk Infrastruktur Lebih Maksimal

Sejauh ini, sambung Bambang, secara nasional, sudah ada 220 ribu ton karet yang sudah mengalami peningkatan mutu dan dianggap sudah memenuhi spesifikasi untuk campuran aspal. Namun, jumlah tersebut pun belum terserap sepenuhnya ke industri.

"Persiapan itu juga yang lagi kita bicarakan. Kualitas aspal dengan campuran karet itu jauh lebih bagus dibanding yang tidak. Tetapi kesadaran pihak-pihak yang terkait dengan sektor itu yang masih belum tinggi. Maka itu cara peningkatan mutu bokar jadi trik tersendiri," paparnya.

Kendati demikian, ia mengaku pemerintah belum mematok target berapa besar karet yang harus diserap untuk kebutuhan campuran aspal ke depannya. (OL-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More