Adaptasi Masyarakat Pesisir Hadapi Perubahan Iklim Perlu Ditingkatkan

Penulis: Dhika Kusuma Winata Pada: Rabu, 09 Jan 2019, 19:43 WIB Humaniora
Adaptasi Masyarakat Pesisir Hadapi Perubahan Iklim Perlu Ditingkatkan

ist

LEMBAGA Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan UNESCO Office Jakarta, Universitas Indonesia (UI), dan Universitas Gajah Mada (UGM) meluncurkan hasil kajian Rencana Aksi Nasional untuk Desain Kebijakan Inklusif Perubahan Iklim di Wilayah Pesisir Indonesia.

Masyarakat pesisir sebagai kelompok rentan terpengaruh perubahan iklim perlu mendapat perhatian khusus. Peningkatan kapasitas dan mitigasi pada kelompok ini penting dilakukan melalui penyusunan desain kebijakan inklusif perubahan iklim wilayah pesisir Indonesia. Karena itu, Rencana Aksi Nasional Adaptasi Perubahan Iklim (RAN-API) perlu memasukan aspek ketahanan masyarakat pesisir.

"Kajian ini bertujuan memberikan masukan atas RAN-API pada ketahanan wilayah khusus, yaitu wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil. Hasil penelitian menekankan pentingnya meningkatan kapasitas adaptasi dan mitigasi masyarakat pesisir melalui peningkatan kesadaran publik dengan pendekatan yang sesuai," kata Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Sosial dan Kemanusiaan LIPI, Tri Nuke Pudjiastuti, dalam peluncuran kajian di Gedung LIPI, Jakarta, Rabu (9/1)

Hasil kajian, lanjut Tri Nuke, merekomendasikan pembangunan ketahanan masyarakat pesisir dari dampak perubahan iklim sesuai kebutuhan. Antara lain, penyediaan layanan dasar untuk kelompok berkebutuhan khusus (penyandang disabilitas, perempuan, anak-anak, lansia), serta akses informasi, teknologi tepat guna, dan modal untuk kelompok rentan ekonomi sesuai dengan jenis pekerjaan dan pemanfaatan sumber daya pesisir.

Baca Juga: 3,8 Juta Masyarakat Pesisir Rawan Terdampak Tsunami

Selain itu, juga perlu dilakukan revitalisasi pengetahuan dan kearifan lokal masyarakat pesisir dalam upaya adaptasi perubahan iklim. Hasil penelitian juga merekomendasikan beberapa masukan untuk desain kebijakan inklusif perubahan iklim di wilayah pesisir Indonesia. Rekomendasi pertama ialah pelibatan semua kelompok masyarakat pesisir.

"Kelompok rentan ini terdiri dari kelompok penyandang disabilitas, ibu hamil, manula, dan kelompok rentan ekonomi seperti masyarakat miskin," kata Peneliti Pusat Penelitian Kependudukan LIPI Deny Hidayati.

Hasil penelitian pun melihat pentingnya ketahanan pesisir melalui penyediaan sarana dan prasarana yang ramah terhadap kelompok rentan dan dilengkapi dengan aplikasi yang mudah digunakan, lalu pembangunan infrastruktur, sistem peringatan dini untuk mengurangi risiko bencana, dan penyediaan rencana aksi adaptasi untuk kegiatan masyarakat pesisir.

Tak kalah penting ialah peningkatan partisipasi semua masyarakat pesisir dalam pembangunan, pemeliharaan dan pengawasan pelindung pantai dan fasilitas peringatan dini serta pelestarian sumber daya pesisir.

"Sistem pendukung juga menjadi faktor penting untuk meningkatkan ketahanan masyarakat pesisir. Meliputi pelaksanaan simulasi peringatan dini bencana secara berkala, pelaksanaan riset secara berkala dalam jangka menengah dan panjang tentang potensi dan risiko bencana, serta pengalokasian dana untuk peningkatan kapasitas dan penyediaan layanan dasar kepada masyarakat pesisir untuk keberlanjutan hidup dan pelestarian sumber daya pesisir," pungkas Deny.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More