Di Era Jokowi, KPK Powerfull

Penulis: M Sholahadhin Azhar Pada: Rabu, 09 Jan 2019, 16:20 WIB Politik dan Hukum
Di Era Jokowi, KPK Powerfull

ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

PEMBERANTASAN korupsi di era Presiden Joko Widodo boleh diadu dengan era presiden lain. Juru Bicara Kepresidenan Johan Budi menyebut ada perbedaan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diperkuat.

Dari sisi rekomendasi, misalnya, dulu kementerian dan lembaga bisa tak menjalankan rekomendasi dari KPK. Kewenangan lembaga antirasuah juga terbatas soal rekomendasi. Hanya meminta ke presiden untuk mengoreksi pimpinan kementerian lembaga terkait.

"Tapi sekarang KPK powerfull dalam konteks pencegahan itu. Semua rekomendasi otomatis dilakukan," kata Johan di Kantor Kepala Staf Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (9/1).

Baca juga: Pelaku Teror Pimpinan KPK Diduga Menggunakan Motor

Menurutnya, saat ini KPK memang menempatkan porsi lebih besar dalam bidang pencegahan. Diintegrasikan dengan sistem di pemerintahan, reformasi birokrasi. Hal ini mendapat dukungan penuh dari Presiden Joko Widodo.

Dukungan itu, kata Johan, menggambarkan semangat pemberantasan korupsi oleh pemerintah. "Apalagi sekarang begitu longgarnya, bebasnya KPK. Tak mengalami intervensi apapun dalam menjalani kewenangannya," imbuh Johan.

Ia juga menegaskan, pemerintah tak pernah menghambat kebutuhan KPK. Misalnya soal rekrutmen anggota, anggaran selalu digelontorkan untuk memenuhi hal itu.

"Tapi kan rekrutmen di sana lebih ketat. Sehingga targetnya banyak tak tercapai bukan karena apa-apa, tapi karena waktu seleksi yang lolos sedikit," kata Johan. (Medcom/OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More