Tim Prabowo yang Meminta Kisi-Kisi

Penulis: Akmal Fauzi Pada: Selasa, 08 Jan 2019, 07:40 WIB Politik dan Hukum
Tim Prabowo yang Meminta Kisi-Kisi

MI/RAMDANI
BAHAS DEBAT CAPRES: Ketua KPU Arief Budiman (tengah) berbincang dengan Direktur Program Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo- Ma’ruf Amin, Aria Bima (kiri) dan Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto- Sandiaga Uno, Priyo Budi Santos

KPU menyesalkan polemik setelah pihaknya memutuskan akan memberikan kisi-kisi pertanyaan kepada setiap pasangan calon presiden dan calon wakil presiden jelang debat perdana pada Senin (17/1).

Pernyataan itu dikemukakan komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat, kemarin.

"Keputusan diambil setelah ada kesepakatan dari setiap tim sukses. Saya heran bila ada salah satu tim sukses pasangan calon mempermasalahkan. Jangan dalam rapat senyam-senyum tidak protes, tidak ada apa, tetapi di luar teriak-teriak. Menurut saya, itu tidak bertanggung jawab," kata Pramono.

Kisi-kisi pertanyaan debat capres, lanjut Pramono, diberikan agar setiap pasangan capres/cawapres dapat mengedepankan gagasan dan visi-misi. Dengan demikian, jawaban mereka tidak kehilangan substansi.

"Kami ingin kandidat mengedepankan eksplorasi, gagasan, ide, dan visi-misinya. Jadi, kadang-kadang sifatnya spontan itu nanti kehilangan substansi dan lebih banyak artifisialnya," ujar Pramono.

Pramono melanjutkan setiap keputusan KPU itu dibahas dan diperdebatkan di dalam rapat dengan perwakilan tim sukses.

"Beban itu tidak bisa dilimpahkan ke KPU. Biar KPU dipukuli banyak orang, nggak bisa gitu dong. Itu tanggung jawab peserta rapat dari tim koalisi 01 dan 02 menyosialisasikannya," ujar Pramono.

Juru bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Arya Sinulingga, mengaku heran dengan tudingan kubu Prabowo-Sandi yang menyebut TKN diuntungkan dengan kisi-kisi pertanyaan. Padahal, justru kubu Prabowo-Sandi yang minta diberikan kisi-kisi pertanyaan tersebut.

"Rapat tertutup di KPU dihadiri kedua tim dipelintir. Yang minta pertama kali kisi-kisi itu mereka. Mereka minta tidak ada debat, yang ada penyampaian visi-misi, di dalam rapat (bersama KPU). Jadi, visi-misi, habis itu enggak ada debat. Kami enggak mau," ungkap Arya saat jumpa pers di Posko Cemara, Jalan Cemara 19, Menteng, Jakarta, kemarin.

Periksa konten

Koordinator juru bicara Badan Pemenang-an Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, menilai keputusan KPU membatalkan pemaparan visi-misi menimbulkan kerugian bagi demokrasi Indonesia.

"Jadi, yang terbayang oleh Pak Prabowo dan Bang Sandi, satu forum dengan panelis yang kompeten dan adil bisa menggali bahkan membantah, mengkritik visi-misi Pak Prabowo dan Bang Sandi. Pak Prabowo merasa tertantang. Itulah kenapa Mas Priyo dan kawan-kawan menyampaikan sebaiknya visi-misi disampaikan langsung oleh capres dan cawapres. Nah, kemudian teman-teman TKN menolak terkait hal itu," kata Dahnil.

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo Budi Santoso, memastikan kisi-kisi pertanyaan membuat capres/cawapres bisa mengeksplorasi visi-misi mereka.

"Pertanyaan-pertanyaan mana yang akan ditujukan itu tertutup. Kami tidak tahu kecuali KPU dan panelis. Teman-teman tidak perlu gusar (kisi-kisi) pertanyaan dibocorkan. Kalau ini sudah kesepakatan, sudah biarkan saja," ujar Priyo.

Sementara itu, KPU menyatakan panelis telah menyelesaikan pembuatan daftar soal debat perdana capres/cawapres dan segera diperiksa komisi. "KPU perlu waktu memeriksa baik sisi redaksi ataupun konten," tandas Pramono Ubaid Tanthowi. (Ths/Ant/X-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

POLISI tidak langsung menangkap creator dan buzzer berita bohong atau hoaks mengenai 7 kontainer surat suara tercoblos di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Alasannya, aparat masih melakukan pendalaman dari sisi aspek alat bukti untuk penyelidikan kasus tersebut dan masih menunggu hasil laboratorium forensik terkait identifikasi suara. Setujukah Anda dengan sikap Polri tersebut?





Berita Populer

Read More