Penyerapan B20 Ditingkatkan Pasar Ekspor Sawit Diperluas

Penulis: Pra/E-2) Pada: Selasa, 08 Jan 2019, 02:45 WIB Ekonomi
Penyerapan B20 Ditingkatkan  Pasar Ekspor Sawit Diperluas

ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan

SEPANJANG November 2018, penyerapan biodiesel untuk program mandatori B20 (solar dengan campuran minyak kelapa sawit sebesar 20%) mencapai 607 ribu ton, atau naik 17% jika dibandingkan dengan Oktober 2018. Kenaikan penyerapan terjadi lantaran produsen biodiesel telah memperbaiki sistem logistik sehingga dapat diterima dengan maksimal oleh depot-depot milik Pertamina.

Direktur Eksekutif Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Mukti Sardjono optimistis penyerapan minyak sawit sebagai energi hijau terbarukan terus meningkat seiring dengan wacana pemerintah juga yang akan memanfaatkan pembangkit listrik dengan bahan bakar CPO (crude palm oil/minyak kelapa sawit). ”Kami akan terus mendukung upaya pemerintah untuk memaksimalkan serapan dalam negeri sebagai langkah mengurangi ketergantungan ekspor minyak sawit mentah,” ujar Mukti, Senin (7/1).

Program mandatori B20 yang diberlakukan pemerintah per 1 September 2018, salah satunya, bertujuan menyerap produk sawit dalam negeri sekaligus mengurangi kebergantungan terhadap impor migas. Tujuan utama semua itu ialah menekan defisit neraca transaksi berjalan (current account deficit/CAD).

Menurut pengamat ekonomi Yanuar Rizky, langkah ini tepat sebagai solusi untuk menstabilkan penerimaan negara dari tekanan penurunan harga-harga komoditas andalan Indonesia seperti batu bara dan CPO. “Bila dilihat November kemarin, penurunan nilai eks­por kita lebih karen­a turunnya harga batu bara dan juga volume ekspor CPO kita. Jadi, itu sebabnya, hilirisasi mutlak dijalankan karena barang yang diproduksi bisa digunakan sendiri atau diekspor dengan harga lebih mahal,” kata Yanuar, beberapa waktu lalu.

Selain B20, agar produksi CPO lebih banyak terserap Gapki menyarankan agar Indonesia memperluas pasar ekspor komoditas tersebut, seperti ke Pakistan dan Timur Tengah.

Oleh karena itu, dia mendesak pemerintah memperluas preferential trade agreement (PTA) untuk terus meningkatkan perdagangan minyak sawit. Pihak Kementerian Perdagangan (Kemendag) menargetkan dua PTA, yakni dengan Mozambik dan Tunisia, dapat ditandata­ngani pada semester pertama tahun ini. Dirjen Perjanjian Perdagangan Internasional Kemendag Iman Pambagyo mengatakan saat ini teks dokumen PTA sudah rampung. “Seluruh pihak hanya perlu melanjutkan pembicaraan terkait komitmen masing-masing negara,” ujarnya.(Pra/E-2)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More