Program Imunisasi MR Kemenkes Belum Capai Target

Penulis: Nurul Fadillah Pada: Minggu, 06 Jan 2019, 18:35 WIB Humaniora
Program Imunisasi MR Kemenkes Belum Capai Target

ANTARA FOTO/Ampels

KEMENTERIAN Kesehatan Republik Indonesia tengah mengevaluasi program kampanye imunisasi Measles dan Rubella (MR) yang digelar di luar Pulau Jawa sejak 1 Agustus 2018 lalu. Belum tercapainya target dari program imunisasi MR hingga akhir tahun lalu menjadi pekerjaan rumah bagi Kemenkes untuk mencari solusi terbaik pada tahun ini.

Hal ini disampaikan oleh Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI, Anung Sugihantono melalui pesan singkatnya kepada media, Minggu (6/1).

"Saat ini, laporan kampanye imunisasi MR sedang kami laporkan ke Ibu Menkes (Nila Djuwita F.Moeloek). Saya tidak bisa memberikan keterangan sekarang," ujar Anung.

Program imunisasi MR sudah berlangsung selama lima bulan. Meski program tersebut telah diperpanjang hingga akhir Desember 2018, Kemenkes gagal mencapai jumlah anak yang ditargetkan.

Menurut data kampanyemr.info milik Kemenkes, pada hari ke-134 Kampanye imunisasi MR, Minggu (6/1), dari total 31.963.154 anak yang tersebar di 28 provinsi di luar Jawa, baru 23.303.369 saja yang terjangkau imunisasi. Dengan demikian, cakupan imunisasi pun baru mencapai 72.91% dari total 95% yang ditargetkan.

Baca juga BPKN Minta Kemenkes Pulihkan Kerjasama BPJS Kesehatan dan Rumah Sakit

Dari daerah-daerah tersebut, terdapat tiga provinsi yang jangkauan imunisasinya paling rendah alias di bawah 50%. Daerah yang dimaksud adalah Riau dengan jumlah 884.021 anak (45.2%), Sumatera Barat 628.288 anak (41.47%), dan terendah Daerah Istimewa Aceh dengan jangkauan 179.734 anak (11.62%).

Adapun sejumlah provinsi telah memenuhi target cakupan, yakni Nusa Tenggara Timur 1.657.315 (95.06%), Sulawesi Tengah 777.108 anak (96.08%), Lampung dengan total 2.126.161 anak (96.81%), Bali 942.966 anak (97.94%), dan terbesar Papua Barat dengan cakupan 272.958 anak (102.644%).

Belum ada kepastian dari Kemenkes terkait perpanjangan kampanye imunisasi MR tersebut. Meski demikian, Anung mengatakan, tidak menutup kemungkinan perpanjangan akan dilakukan khususnya pada daerah-daerah yang cakupan imunisasinya rendah di luar Jawa.

"Benar (kemungkinan adanya perpanjangan), namun tidak dalam tatanan kampanye, melainkan dalam tatanan layanan imunisasi rutin. Hal ini masih dirapatkan dan tunggu keputusan besok (Snein, 7/1)) pagi," pungkasnya.  (OL-8)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More