Wiranto Bantah Kasus Tercecernya KTP-E Rekayasa Pemerintah

Penulis: Rahmatul Fajri Pada: Senin, 17 Des 2018, 16:31 WIB Politik dan Hukum
Wiranto Bantah Kasus Tercecernya KTP-E Rekayasa Pemerintah

MI/Susanto

MENTERI bidang Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto menampik dugaan kasus tercecernya KTP-E di beberapa daerah sebagai bentuk rekayasa pemerintah dalam merancang tahapan Pemilu yang akan berlangsung beberapa bulan lagi.

Wiranto mengatakan sangat tidak elok jika pemerintah yang membuat suasana menjadi kisruh akibat tercecernya KTP-E tersebut. Seharusnya, kata Wiranto, pemerintah menjamin event lima tahunan tersebut terselenggara dengan baik dan lancar.

"Tidak mungkin pemerintah sebagai fasilitator ingin membuat Pemilu repot, Pemilu gagal, kan nggak mungkin. Tapi kalau pun masih ada kita selesaikan dengan baik," kata Wiranto di kantor Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin (17/12).

Baca Juga: Kasus KTP-E Tak Pengaruhi Proses Pemilu

Untuk itu, Wiranto meminta spekulasi demikian tak perlu ditanggapi, karena pemerintah memang tidak punya niat membuat Pemilu kisruh dan berujung pada kegagalan. Ia meminta jika ada yang janggal selama pelaksanaannya cukup disampaikan kepada pihak terkait, tanpa melempar isu yang bisa memancing polemik.

"Tidak perlu ada spekulasi macam-macam, tapi kalau masih ada hal-hal yang dianggap kurang fair tinggal disampaikan saja langsung ke Polhukam, Polri, atau ke Mendagri, bisa kita selesaikan. Saya hanya mengharapkan seperti itu," tutur Wiranto.

Ia juga mengatakan aparatur sipil negara (ASN) yang lalai sehingga mengakibatkan tercecernya KTP-E tidak berkaitan dengan pilihan politik tertentu. Ia mengatakan, pemerintah khususnya Presiden Jokowi selalu meminta ASN untuk netral, sehingga tak mengindikasikan akan menguntungkan salah satu pihak.

Wiranto menambahkan kasus tercecernya KTP-E di beberapa tempat sudah diselesaikan oleh Kemendagri. Ia menegaskan kasus ini tidak berdampak pada daftar pemilih tetap yang telah diluncurkan oleh KPU.

"Di beberapa tempat sudah diselesaikan. Oleh karena itu, masalah DPT ini, syukur alhamdulillah sudah diputuskan final. Dalam rapat terakhir DPT nya itu ada 198.828.520," pungkasnya.(OL-5)

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More