Atasi Gajah Liar Masuk Desa, Pemda Buat Desain Green Belt

Penulis: Dwi Apriyani Pada: Senin, 17 Des 2018, 16:20 WIB Nusantara
Atasi Gajah Liar Masuk Desa, Pemda Buat Desain Green Belt

ANTARA FOTO/Irwansyah Putra

PERSOALAN kawanan gajah liar yang seringkali masuk ke pemukiman dan perkebunan milik warga di Kabupaten Musi Banyuasin menjadi perhatian serius pemerintah daerah. 

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin menilai seringnya kawanan gajah liar itu masuk desa menjadi momok menakutkan bagi warganya. Karena bukan hanya merusak kebun dan pemukiman, gajah liar ini dikuatirkan akan mengganggu keamanan warga itu sendiri.

Tidak ingin kondisi ini berlarut, Pemerintah Kabupaten Muba menggandeng pihak Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI untuk segera mencari solusi dan menghindari terjadinya konflik antara kawanan gajah liar dengan masyarakat.

Alhasil, Pemkab Muba bersama pihak Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI berencana akan membuat desain sabuk hijau (green belt) yang akan dijadikan pembatas saat kawanan gajah liar melintas ke perkebunan warga.

"Kami apresiasi langkah pak Bupati dan Wakil Bupati Muba yang sangat serius untuk mencari solusi sejak dini hal ini, antisipasi supaya tidak terjadi konflik antara kawanan gajah liar dengan warga khususnya di Kecamatan Batanghari Leko," ungkap Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Indra Exploitasia di sela Pertemuan dengan Wakil Bupati Muba Beni Hernedi Dalam Rangka Pembahasan Kawanan Gajah Liar di Kecamatan Batanghari Leko, Senin (17/12).

Dikatakan, desain pembuatan green belt nantinya akan dikonsep dengan pembuat pembatas dari tanaman sehingga kawanan gajah liar yang melintas nantinya tidak lagi merusak perkebunan warga.

"Dibuatkan sejenis pembatas yang terbuat dari jenis-jenis tumbuhan yang bisa juga menjadi makanan kawanan gajah, ini solusi untuk mengalihkan perhatian gajah dengan tidak memakan hasil kebun warga," jelasnya.

Ia menjelaskan, konsep desain green belt ini baru pertama kali akan dilakukan di Muba. 

"Ini konsep pertama di Indonesia, ini reaksi yang sangat positif dan sangat mengedepankan kepentingan masyarakat," bebernya.

 

Baca juga: Sepertiga Jumlah Anggota Kepolisian Amankan Natal dan Tahun Baru

 

Sementara itu, Wakil Bupati Muba Beni Hernedi menyebutkan pihak Pemkab Muba akan pro aktif nantinya bersama pihak Konservasi Keanekaragaman Hayati Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI menyelesaikan persoalan kawanan gajah liar yang masuk ke perkebunan warga.

"Nanti akan dibentuk tim dengan melibatkan Dinas terkait, kami nilai ini jadi solusi tepat untuk meminimalisasi terjadinya konflik antara gajah liar dengan warga yang selama ini merasa terganggu dengan kawanan gajah liar yang melintas," ulasnya.

Beni menambahkan, desain green belt juga bisa menjadi alternatif ekowisata sehingga tidak ada anggapan dari warga bahwasannya kawanan gajah liar yang melintas tersebut menjadi perusak perkebunan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pemkab Muba Andi Wijaya Busro mengatakan tim akan langsung terjun ke lokasi yakni untuk memetakan konsep pembuatan green belt. 

"Kita akan langsung turun ke lokasi yakni Batanghari Leko, dengan melibatkan masyarakat dan perangkat desa serta Kecamatan," tandasnya. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More