Presiden Minta Pendukungnya Hadang Isu Ekonomi di Sumatera

Penulis: Rudy Polycarpus Pada: Minggu, 16 Des 2018, 22:14 WIB Ekonomi
Presiden Minta Pendukungnya Hadang Isu Ekonomi di Sumatera

MI/Arya Manggala

PRESIDEN Joko Widodo mengakui isu ekonomi berdampak pada elektabilitasnya bersama Ma'ruf Amin di Sumatera, khususnya di Jambi.

Penyebabnya, harga CPO (kelapa sawit) dan karet yang menjadi komoditas masyarakat setempat mengalami penurunan harga di pasar dunia.Kondisi itu menyebabkan petani sawit, karet, menyalahkan pemerintah.

"Problemnya karena harga di pasar global turun. Pemerintah tidak mungkin menguasai pasar global karena itu mekanisme pasar," ujarnya saat memberikan pengarahan kepada Tim Kampanye Daerah di Hotel Abadi, Jambi, Minggu (16/12).

Selain itu, jelas Jokowi, komoditas CPO dilarang masuk Eropa. Hal itu disebabkan Uni Eropa sedang mengembangkan minyak dari bunga matahari sebagai pengganti minyak sawit.

Pemerintah sebenarnya berupaya melindungi harga sawit dalam negeri dengan melakukan peremajaan (replanting) kelapa sawit sehingga produksinya dapat ditingkatkan. Pemerintah juga mendorong penggunaan karet untuk bahan baku infrastruktur di dalam negeri.

"Produksi CPO kita juga terlalu besar, kita punya pabrik 13 juta hektar, produksi 42 juta ton, itu bayangkan 10 juta truk, banyak sekali begitu ada problem ekonomi global kita juga terimbas," imbuh calon presiden petahana itu.

Jokowi mengatakan, agar para petani sawit dan karet dapat sejahtera kembali yakni dengan membangun hilirisasi. Komoditas sawit dapat menjadi campuran bahan bakar minyak, yakni B20. Sementara, komoditas karet juga dapat diolah menjadi campuran aspal. Selain itu, solusi lainnya ialah mengganti sawit dengan komoditas lain yang lebih mempunyai prospek di masa depan. Manggis salah satunya.

"Tanam jengkol petai, harganya naik terus lho, yang penting kan harganya, kemudian manggis tinggi sekali. Kalau semuanya sawit semua dan sakit semua karena harga turun. Ini hal-hal yang harus kita bangun," imbuhnya.

Kampanye Ketuk Pintu

Jokowi mengatakan, penjelasan terkait harga sawit dan karet perlu diberikan agar isu tersebut tak digoreng oleh lawan politiknya.

Ia meminta para pendukungnya melakukan kampanye bertemu langsung dengan masyarakat untuk memberikan situasi kepada masyarakat.  Termasuk pula menjelaskan program-program yang sudah dilakukan masyarakat.

"Saat ini yang paling utama adalah datang ke masyarakat secara langsung. Menjelaskan dana desa tapi yang jelas di seluruh Tanah Air pemberian sertifkat, kartu, infrasktruktur-infrastruktur," pungkasnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Tim Kampanye Nasional Erick Thohir, Ketua Partai Golkar sekaligus Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, dan Kepala Staf Presiden Moeldoko. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More