Indonesia Resmi Tembus Pasar EFTA

Penulis: Andhika Prasetyo Pada: Minggu, 16 Des 2018, 21:30 WIB Ekonomi
Indonesia Resmi Tembus Pasar EFTA

MI/Susanto

TONGGAK baru kerja sama ekonomi tercipta pada akhir tahun ini. setelah melalui proses selama delapan tahun, lndonesia-European Free Trade Association (EFTA) Comprehensive Economic Partnership Agreement (lE-CEPA) akhirnya selesai dan siap diimplementasikan.

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menilai kerja sama dengan empat negara anggota EFTA yakni Swiss, Lichtenstein, Norwegia dan Islandia, adalah prioritas utama. Capaian saat ini tentu menjadi kesempatan emas bagi Indonesia untuk terus membenahi kondisi perdagangan terutama dalam hal ekspor impor.

"Ini menjadi salah satu prioritas utama yang digariskan Bapak Presiden karena kita harus membuka pasar baru. EFTA memiliki daya beli yang tinggi dan GDP yang tinggi sehingga kerja sama ini sangat penting untuk mendorong perdagangan kita," ujar Enggartiasto usai menandatangani naskah perjanjian IE-CEPA di kantornya, Jakarta, Minggu (16/12).

Baca juga: Pemerintah akan Segera Sosialisasikan IE-EFTA

Selain Enggartiasto, empat menteri terkait perdagangan dari seluruh negara anggota EFTA juga hadir untuk menandatangani teks perjanjian tersebut. Mereka adalah Federal Councillor and Head of the Federal Department of Economic Affairs, Education and Research, Johann Schneider-Ammann; Minister of Foreign Affairs, Justice and Culture Liechtenstein, Aurelia Frick; Deputy Trade Minister Kingdom of Norway Daniel Bjarmann-Simonsen; dan Icelandic Ambassador and Chief of Protocol Hannes Heimisson.

Dengan kerja sama itu, Indonesia akan memiliki akses pasar yang lebih besar ke empat negara itu, baik dari sisi perdagangan barang dan juga jasa. Produk-produk Tanah Air akan menikmati tarif bea masuk 0% ke negara-negara EFTA, begitupun sebaliknya.

Selain itu, EFTA membuka peluang untuk memberikan pelatihan di beberapa bidang yang mereka kuasai seperti teknologi keuangan, perikanan dan geothermal kepada para profesional asal Indonesia.

Yang lebih penting, empat negara tersebut juga siap menanamkan investasi di Tanah Air guna mendorong perdagangan sekaligus membantu kinerja industri nusantara.

"Jadi ini bukan semata-mata membuka akses pasar saja tetapi juga banyak hal lainnya. Kita butuh investasi untuk membantu memenuhi kebutuhan ekspor dan impor. Seperti untuk komoditas cokelat, mereka ingin produk itu masuk ke Indonesia tetapi merasa ada hambatan. Kenapa tidak investasi saja, bangun pabrik di sini. Kalau mereka bikin pabrik di negara lain untuk masuk Indonesia, ya pasti akan lebih mahal biayanya," ucapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), EFTA merupakan negara tujuan ekspor nonmigas terbesar ke-23 bagi Indonesia. Pada 2017, total perdagangan lndonesia-EFTA mencapai US$2,4 miliar dengan rincian ekspor sebesar US$1,31 miliar dan impor US$1,09 miliar.

Ekspor utama Indonesia ke EFTA antara lain mencakup perhiasan, perangkat optik, emas, perangkat telepon, dan minyak esensial. Sementara impor utama Indonesia dari EFTA adalah emas, mesin turbo-jet, obat-obatan, pupuk dan campuran bahan baku industri.

Adapun, nilai investasi negara-negara anggota EFTA di Indonesia pada 2017 baru mencapai US$621 juta dan dengan ditandatanganinya lndonesia-EFTA CEPA diharapkan lebih banyak lagi investor dari empat negara itu yang menanamkan modal di Tanah Air.

"Kita semua memiliki potensi yang sangat besar tetapi selama ini, apa yang kita lakukan, masih di bawah potensi yang ada," tuturnya.

Terkait berapa besar peingkatan ekspor yang akan diraih di masa mendatang dengan adanya I-EFTA CEPA, Enggartiasto menyebutkan tentu akan ada kenaikan signifikan. Namun, kelima negara dalam beberapa saat masih akan fokus pada proses ratifikasi dan sosialisasi kepada seluruh pelaku usaha untuk dapat memaksimalkan potensi kerja sama yang sudah lebar terbuka. (OL-6)

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More