Sayembara Perang Terhadap Budaya Membuang Sampah ke Sungai

Penulis: Denny S Pada: Minggu, 16 Des 2018, 18:00 WIB Nusantara
Sayembara Perang Terhadap Budaya Membuang Sampah ke Sungai

MI/Denny Susanto
Kondisi Sungai Martapura Banjarmasin dengan perahu kelotok yang berlayar hilir mudik melayani penumpang, di Kalimantan Selatan, Selasa (22/8).

PEMERINTAH Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan terus berupaya memerangi sampah di wilayah berjuluk Kota Seribu Sungai tersebut. Wali Kota Banjarmasin mensayembarakan potret perang terhadap budaya masyarakat membuang sampah ke sungai.

Sampah menjadi masalah utama dihadapi Pemko Banjarmasin. Produksi sampah di ibukota Kalsel tersebut mencapai 600 ton perhari. Dari jumlah tersebut diperkirakan lebih dari 20 persennya dibuang ke sungai.

Perilaku membuang sampah ke sungai masih sangat kental, meski pemerintah kota terus berupaya melalukan sosialisasi dalam upaya memerangi sampah ini.

Timbunan sampah di sungai membuat banyak sungai yang membelah Kota Banjarmasin dangkal dan mati. Termasuk sampah kiriman berupa gulma dan ranting pohon dan bambu yang kerap mengganggu transportasi sungai saat musim penghujan seperti sekarang ini.

Guna memerangi masalah sampah dan perilaku masyarakat yang membuang sampah ke sungai ini, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina, mengadakan sayembara kepada masyarakat untuk memotret budaya atau perilaku buruk masyarakat membuang sampah ke sungai. 

"Kita akan mengadakan sayembara.Kalau ada masyarakat yang membuang sampah ke sungai difoto dan tag ke instagram serta facebook saya. Untuk 3 orang yang memoto dengan foto terbaik akan saya berikan hadiah," tegas Ibnu Sina, saat melakukan pemantauan kondisi RTH dan pasar terapung di tepi Sungai Martapura,  Minggu (16/12).

Bagi masyarakat yang terbukti membuang sampah ke sungai, wali kota menegaskan akan memberikan sanksi tegas terlebih Banjarmasin telah memiliki Perda tentang sungai. 

Dalam kegiatan pemantauan kondisi RTH yang menjadi obyek wisata andalan Kota Banjarmasin ini wali kota juga memberikan teguran keras kepada para pedagang yang kedapatan masih membuang sampah sembarangan.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Sumbagsel Baru Cover 26% Jumlah Pekerja

Kondisi sungai yang kotor dan dipenuhi sampah ini dikhawatirkan akan mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan luar daerah dan mancanegara. Padahal Pemko Banjarmasin telah mencanangkan konsep pembangunan ekonomi masyarakat berbasis sungai.

Sekretaris Daerah Kota Banjarmasin, Hamli Kursani, mengakui keberadaan sampah yang menumpuk di Sungai Martapura sempat mengganggu kegiatan Lomba Balap Jukung Tradisional dan Festival Budaya Sungai yang dilaksanakan Pemko Banjarmasin, Sabtu (15/12). 

Kegiatan ini, bertujuan untuk melestarikan budaya tradisional dan melestarikan sungai, sebagai urat nadi kehidupan di Kota Banjarmasin sekaligus menjadikan sungai sebagai beranda depan Kota Banjarmasin atau Water Front City. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More