Peran Media Penting dalam Penyebarluasan Informasi Kebencanaan

Penulis: Djoko Sardjono Pada: Minggu, 16 Des 2018, 17:15 WIB Nusantara
Peran Media Penting dalam Penyebarluasan Informasi Kebencanaan

ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah
Asap solfatara keluar dari kubah lava Gunung Merapi terlihat dari Balerante, Klaten, Jawa Tengah, Kamis (29/11/2018).

ERUPSI Gunung Merapi 2010 menjadi pelajaran berharga bagi pemerintah daerah dan komunitas relawan penggiat pencegahan dan penanggulangan bencana. Pasalnya, kejadian bencana erupsi waktu itu menimbulkan banyak korban di Kabupaten Klaten, Boyolali, Magelang, dan Sleman.

Untuk antisipasi erupsi gunung yang terletak di perbatasan antara Provinsi DI Yogyakarta dan Jawa Tengah tersebut, masyarakat di daerah rawan bencana perlu diberikan sosialisasi serta informasi yang jelas dan benar tentang ancaman bahaya erupsi Merapi, guna pengurangan risiko bencana.

"Kondisi Gunung Merapi, saat ini, masih dalam posisi level 2 atau waspada, yang setiap hari kubah lavanya terus meningkat," kata Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Jawa Tengah, Sarwa Pramana, pada kegiatan identifikasi dan sosialisasi daerah rawan bencana di Hotel Galuh Prambanan, Sabtu (15/12).

"Saat kejadian erupsi Merapi 2010, yang menimbulkan banyak korban, BPBD sebagai institusi pemerintah belum terbentuk. Nah, setelah sekarang ada BPBD dan komunitas relawan bencana semakin banyak, kalau terjadi erupsi lagi dan masih ada korban, berarti BPBD-nya tidur," imbuhnya.

Menurut Sarwa, peran relawan sangat penting. Mereka berada di barisan depan dalam pencegahan dan penyelamatan warga masyarakat jika terjadi bencana erupsi Merapi. Pun peran media tidak kalah penting dalam penyebarluasan informasi yang benar tentang kebencanaan Gunung Merapi.

Baca juga: Musi Banyuasin Miliki Storage Minyak Pertama yang dikelola BUMD

Sementara yang meresahkan masyarakat adalah berita hoaks yang berseliweran di media sosial. Karena itu, peran media sangat diharapkan dalam penyebarluasan informasi tentang perkembangan Gunung Merapi yang bersumber dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

"Kami menganggap penting peran media dalam memberikan informasi tentang kebencanaan, bahkan perlu dilibatkan dalam mengedukasi masyarakat. Karena itu, BPBD Provinsi Jawa Tengah tahun depan akan membentuk forum media untuk edukasi kebencanaan," ujar Sarwa Pramana.

Dalam kegiatan identifikasi dan sosialisasi daerah rawan bencana dengan tema Ngadepi bebaya Gunung Merapi (menghadapi bahaya Gunung Merapi) tersebut, BPBD Provinsi Jawa Tengah juga menghadirkan Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, yang didampingi Kepala Seksi Gunung Merapi, Agus Budi Santoso.

Di depan Kepala Pelaksana BPBD Klaten, Boyolali, dan Magelang, serta komunitas relawan bencana dan pers, Kepala BPPTKG Hanik Humaida mengakui, bahwa peran media sangat penting dalam mengedukasi dan penyebarluasan informasi kebencanaan kepada masyarakat.

Terkait perkembangan Gunung Merapi, Hanik membenarkan kondisi Gunung Merapi saat ini masih dalam stastus waspada. Karena itu, masyarakat di daerah rawan bencana diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer, sebagai antisipasi jika sewaktu-waktu terjadi erupsi.

Perlu diketahui, bahwa pertumbuhan kubah lava Gunung Merapi pun belum berhenti. Saat ini, volume kubah lava sudah mencapai 359.000 meter kubik, dengan pertumbuhan setiap hari sekitar 2.200 meter kubik. Jika runtuh,memang hanya sampai 2 kilometer, dengan volume sekitar 50 ribu truk pasir. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More