Diduga Korupsi, Sekda, Kabag Umum dan Bendahara Basel Ditahan Kejari

Penulis: Rendy Ferdiansyah Pada: Minggu, 16 Des 2018, 17:00 WIB Nusantara
Diduga Korupsi, Sekda, Kabag Umum dan Bendahara Basel Ditahan Kejari

Ist

LANTARAN diduga terlibat kasus korupsi makan minum (Mamin), SW, Sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Bangka Selatan (Basel), EK, Kabag Umum dan YS, Bendahara resmi di tahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Bangka Selatan  (Basel).

Kepala Kejaksaan Negeri Bangka Selatan, Safrianto Zuriat Putra mengatakan. Ketiga tersangka ditahan atas dugaan kasus korupsi ini karena dua hal, pertama objektif dan kedua subjektif

"Alasan ketiga tersangka kita tahap ada dua pertama objektif dan pasal yang kita kenakan dengan ancaman pidana di atas lima tahun, sedangkan kedua subjektifnya dikhawatirkan pada tersangka menghilangkan barang bukti dan melarikan diri. Penahanan untuk 20 hari ke depan," kata Safrianto.

Ia menyebutkan ketiga tersangka di tempatkan di Lapas berbeda, SW dan YS di Lapas Tua Tunu Pangkalpinang, sedangkan EK di Lapas perempuan masih di Pangkalpinang.

Baca juga: Kota Batu Miliki Tujuh Desa Tangguh Bencana

Ia menjelaskan, anggaran penguatan fungsi kesekretariatan dan administrasi perkantoran sebesar Rp2.305.000.000,-, dengan realisasi anggaran sebesar Rp2.186.215.500.

Sementara lanjutnya fasilitasi kelancaran pelaksanaan tugas Bupati dan Wakil Bupati sebesar Rp1.651.500.000,- dengan realisasi anggaran Rp475.979.500.

Dari reasliasi kedua kegiatan tersebut (Rp1.651.500.000, + Rp475.979.500) maka keseluruhan realisasi anggaran Rp2.662.195.000,- setelah dipotong pajak restoran (pajak daerah), PPN, PPh pasal 23, Rp319.777.865,-.

"Sehingga jumlah realisasi anggaran setelah dikurangi pajak Rp2.342.417.135,-, Berdasarkan perhitungan Kerugian Keuangan Negara oleh Ahli BPKP Perwakilan Bangka Belitung ditemukan adanya penyimpangan menimbulkan kerugiaan keungan negara sebesar Rp1.683.570.735,-," ungkapnya.

Ketiga tersangka diduga melakukan mark up harga pembelian makanan dan minuman serta sebagiannya fiktif atau membuat pertanggungjawaban fiktif.

Menurut Kejari, kepada tersangka SW, EK dan tersangka YS, disangka melanggar pasal 2, pasal 3, pasal 9 jo pasal 18 UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan UU No 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP. 

"Kita juga akan mengupayakan agar para tersangka mengembalikan kerugian negaranya, dan  mudah-mudahan awal Februari 2019 perkaranya sudah kita limpahkan ke Pengadilan Tipikor," ucap Kejari.

Sementara, Sekda Basel SW saat dikonfirmasi terkait aliran dana dan kerugian negara, mengungkapkan dirinya akan membukanya saat di persidangan.

"Aliran dana akan kita buka di persidangan," jawab SW singkat. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More