Semburkan Abu Vulkanik, Erupsi Kedua Soputan Lebih Kuat dan Lama

Penulis: Putri Anisa Yuliani Pada: Minggu, 16 Des 2018, 13:50 WIB Humaniora
Semburkan Abu Vulkanik, Erupsi Kedua Soputan Lebih Kuat dan Lama

ANTARA FOTO/Adwit B Pramono

GUNUNG Soputan di Provinsi Sulawesi Utara terpantau alami erupsi. Menurut laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sekitar pukul 07.43 Wita terjadi letusan dengan tinggi abu vulkaniknya mencapai 7,5 km di atas puncak atau 9 km di atas permukaan laut.

Semburan abunya tebal dan sempat tertiup angin ke arah barat daya. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan letusan kembali terjadi pada pukul 08.57 Wita dengan tinggi abu vulkanik yang sama dengan letusan sebelumnya. 

Sutopo menyebut gempa saat erupsi kedua dirasakan lebih kuat dan lebih lama dibandingkan dengan erupsi pertama.

"Gempa akibat erupsi kedua terjadi hingga kurang lebih 30 menit," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Minggu (16/12).

 

Baca juga: Gunung Soputan Erupsi, Berada pada Level Siaga

 

Hingga saat ini aktivitas kegempaan masih tinggi dan masih tremor letusan terus berlangsung. BNPB menyimpulkan aktivitas vulkanik Gunung Soputan kini telah naik ke level III atau Siaga.

BNPB pun memberikan beberapa rekomendasi terkait peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Soputan ini.

"Guna menghindari ancaman bahaya leleran lava dan awan panas guguran, masyarakat agar tidak beraktivitas di dalam radius 4 km dari puncak G. Soputan dan tidak beraktivitas dalam wilayah sektor arah Barat-Barat daya sejauh 6,5 km yang merupakan daerah bukaan kawah," terangnya.

Selain itu, masyarakat diminta mewaspadai terjadinya ancaman aliran lahar hujan, terutama pada sungai-sungai yang berhulu di sekitar lereng G. Soputan, seperti S. Ranowangko, S. Lawian, S. Popang, dan Londola Kelewahu.

Jika terjadi hujan abu, maka masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna mengantisipasi terhadap gangguan saluran pernapasan. (OL-3)

Berita Terkini

Read More

Poling

Pemungutan suara Pemilu Presiden dan Wapres (Pilpres) 2019 telah terlaksana. Saat ini, penghitungan manual masih berlangsung oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Perhitungan berjalan paralel dengan real count berbasis teknologi informasi (TI) oleh KPU. Hanya saja, terjadi beberapa kesalahan dalam input data dalam proses real count. Bagaimana menurut Anda seharusnya sikap KPU?





Berita Populer

Read More