Musi Banyuasin Miliki Storage Minyak Pertama yang dikelola BUMD

Penulis: Dwi Apriyani Pada: Minggu, 16 Des 2018, 15:00 WIB Nusantara
Musi Banyuasin Miliki Storage Minyak Pertama yang dikelola BUMD

MI/Dwi Apriyani

BADAN Usaha Milik Daerah PT Petro Muba di Musi Banyuasin, Sumatra Selatan semakin menancapkan perannya untuk berkiprah lebih jauh di bidang pengelolaan minyak khususnya didaerah Musi Banyuasin. 

Hal ini terlihat jelas dengan akan diresmikan rencananya pada tanggal 19 desember 2018 Station Storage dan station setling oleh PT Petro Muba untuk penampungan sementara dan transportasi minyak mentah sumur tua di Kelurahan Babat Toman, Kecamatan Babat Toman, Musi Banyuasin.

Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, menjelaskan bahwa pembangunan stasiun Storage dan Station Settling yang telah dibangun BUMD Petro Muba ini merupakan salah satu untuk mewujudkan kabupaten Musi Banyuasin sebagai Lumbung Energi di Sumatra Selatan dan pengelolaan sumur tua secara aman dan kondusif untuk terciptanya Zero Illegal Drilling dan Zero Illegal Refinary.

Hal ini juga merupakan yang pertama di Indonesia yang dikelola oleh BUMD PT Petro Muba. 

"Kami prihatin jika selama ini pengelolaan minyak mentah sumur tua dilaksanakan dengan tingkat keamanan yang sangat minim. Kondisi tersebut tentunya mempunyai resiko yang sangat tinggi dan sangat rentan terhadap keselamatan pekerja itu sendiri. Dengan kerja sama ini kita bisa meminimalisasi angka kecelakaan kerja dengan berpedoman pada HSSE," kata Dodi Reza.

Direktur Utama Petro Muba, Yuliar mengungkapkan bahwa pembangunan storage ini tujuanya adalah meminimalisasi kegiatan ilegal drilling, ilegal tapping, ilegal mining, dan ilegal mini refenery di Kabupaten Musi Banyuasin.

Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin melalui BUMD yakni PT Petro Muba akhirnya membangun Storage (tempat penyimpanan/stasiun pengumpul) minyak mentah yang dibangun diatas lahan seluas 2 hektare di Desa Babat Kecamatan Babat Toman.

Hal ini dinilai banyak pihak merupakan solusi agar minyak dari Muba tidak lagi dibawa keluar dari Kabupaten Muba. 

"Keberadaan storage ini merupakan kerja sama dengan PT Pertamina EP, sampai menjadi kontrak. Prosesnya memakan waktu yang panjang, sehingga terjadi kesepakatan dituangkan dalam kontrak Angkat Angkut minyak mentah dari sumur tua ke stasiun pengumpul di Pertamina EP Ramba," kata dia.

 

Baca juga: Longsor Tebing Tutup Akses Jalan Antardesa di Lembang

 

Untuk tahap pertama, kata dia, PT Petro Muba menggandeng Penambang Existing KMK (Kelompok Masyarakat Kukui), sesuai dengan permintaan PT Pertamina, untuk melaksanakan angkat angkut minyak dari sumur tua ke stasiun pengumpul Pertamina Ramba. Hal itu dituangkan dalam bentuk kontrak kerja sama yang telah berjalan sejak Mei 2018, dan sampai saat ini  berjalan dengan lancar dan aman.

Kemudian, dalam rangka peningkatan PAD dan pajak pusat, selama ini dari kerja sama dengan  existing KMK(Kelompok Masyarakat Kukui) telah
melakukan kewajiban menyetor pajak ke pemerintah pusat terhitung mulai dari bulan Mei hingga Desember 2018 baik PPN dan PPh mencapai sebesar Rp25 miliar.

PT Petro Muba perlu menyikapi mengambil langkah tahap kedua dari kontrak yang ada kerja sama dengan Pertamina harus kerja secara profesional dengan cara mengandeng perusahaan yang mempunyai pengalaman di bidang Migas, untuk dapat memback up semua kebutuhan PT Petro Muba. 

Salah satunya ialah pembangunan Station Storage untuk memenuhi salah satu pasal dalam kontrak kandungan air yang terdapat dalam minyak mentah tidak boleh melebihi 0,5%.

"Petro Muba mencari dan menseleksi perusahaan yang berpengalaman di bidang migas untuk memback up PT Petro setelah diseleksi dari beberapa perusahaan maka dipilihlah PT PDPDE Gas. PT PDPDE Gas dapat memback up Petro Muba, termasuklah salah satu Pembuatan Station Storage," jelasnya.

Dikatakan Yuliar, storage minyak mentah di Desa Babat ini pertama di Indonesia yang dikelola oleh BUMD serta memiliki kapasitas yang besar.

"Kami berharap ini dapat berkontribusi positif ke depannya," harapnya.

Dijelaskan, storage ini terdiri dari 18 tanki yang terdiri dari 9 tanki settling dan 9 tanki storage dengan masing-masing kapasitas tanki 40 kiloliter. 

"Minyak dari masyarakat di hisap dengan pompa unloading pump dengan kapasitas 800 liter per menit," jelasnya.

Kemudian, pompa tersebut sebanyak 3 unit dengan pola 2 operasi 1 unit standby. Setelah diendapkan selama 6 jam endapan lumpur dan air dihisap pompa sloop pump menuju separator untuk kembali dipisahkan antara air dan sisa minyak.

"Sisa minyak dipompa kembali ke storage tanki minyak dari settling tank yang telah memenuhi persyaratan kemudian dipompa dengan transfer pump dengan kapasitas 800 liter per menit menuju storage tank," imbuhnya.

Untuk kemananan (safety), kata dia, storage tersebut dilengkapi dengan hydrant di sekeliling area dengan 6 pillar hydrant, 2 diesel pump dan fire water tank dengan kapasitas 2x70 kilo liter. Itu dengan perkiraan bisa mencover 1 1/2 - 2 jam accident sebelum bantuan datang.

"Di area tanki, rumah pompa, ruang panel dan arra bongkar muat minyak dilengkapi dengan fire detector," tandasnya. (OL-3)
 

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More