Karang Berusia 100 Tahun Lebih Ditemukan di Raja Ampat

Penulis: Fathurozak Pada: Sabtu, 15 Des 2018, 23:01 WIB Nusantara
Karang Berusia 100 Tahun Lebih Ditemukan di Raja Ampat

Dok Agustin Capriati/Ekspedisi Nusa Manggala
Peneliti karang dan ekologi biota laut menemukan dua karang besar yang diduga kuat berusia lebih dari 100 tahun.

Menyelam di kedalaman tujuh meter, peneliti karang dan ekologi biota laut menemukan dua karang besar yang diduga kuat berusia lebih dari 100 tahun.

Penemuan itu berlangsung ketika mereka menyelam di perairan Pulau Abidon, Distrik Kepulauan Ayau, Kabupaten Raja Ampat. Di perairan pulau yang baru didiami penduduk sejak tahun 2010 ini, dua karang besar dan tumbuhnya karang baru (rekruitmen) menjadi indikasi bagus bagi ekologi pulau.

"Kami bertemu dengan dua karang besar, jenis Porites Cylindrica, bentuknya beruncing dan bercabang, yang besar diameternya mencapai 2,5 meter di kedalaman sekitar 7 meter," ungkap Zainul Arif peneliti karang Institut Pertanian Bogor (IPB), Senin, (10/12) saat ditemui di Kapal Baruna Jaya VIII, yang membawa tim peneliti Oseanografi LIPI dalam Ekspedisi Nusa Manggala.

Karang Porites Cylindrica yang Arif temukan diduga kuat berusia lebih dari 50 tahun, atau bahkan 100 tahun lebih. Arif dan juga peneliti lain, Agustin Capriati yang kini bekerja di Coral Triangle Center (CTC) menduga dari dugaan umum yang menyatakan bahwa pertumbuhan karang lazimnya 1 senti meter per tahun.

"Kecenderungan pertumbuhan karang masif sangat lambat, apa lagi porites. Perkiraan karang yang kita jumpai berusia lebih dari 50 tahun, atau malahan 250 tahun, mengacu pada diameternya yang mencapai 2,5 meter," kata Arif.

"Namun, ini perlu kajian lebih dalam lagi, untuk mengetahui akurasi usia, dengan dibor lapisan ring umurnya, seperti kambium pohon," tambah Agustin Capriati, peneliti ekologi biota laut.

Dengan adanya karang porites cylindrica berdiameter 2,5 meter, maka ini menjadi pertanda secara ekologi pesisir di Pulau Abidon, masih bagus, karena karang mampu bertahan hidup hingga sebesar ukuran tersebut. Menurut penuturan Agustin, beberapa biota laut yang dijumpai di sekitaran karang porites cylindrica di Pulau Abidon di antaranya ikan jahe-jahe (damselfish), butterfly fish, ikan kepe-kepe (chaetodon), dan ikan kakak tua. Meski demikian, bukan berarti tidak ada ancaman ke depannya, bisa jadi aktivitas pelayaran yang ramai nantinya akan menyebabkan kerentanan kerusakan ekosistem terumbu karang.

Menurut Arif pun sampai saat ini, aktivitas warga Abidon menangkap ikan tidak menjadi gangguan serius, sebab mereka masih menggunakan cara yang sederhana, yaitu molo (menombak ikan). Pulau Abidon menjadi pulau berpenghuni ketiga yang menjadi obyek riset Ekspedisi Nusa Manggala sesi ketiga oleh Pusat Penelitian Oseanografi (P2O) LIPI. Total, ada empat pulau berpenghuni yang dikunjungi tim peneliti di Kepulauan Ayau, yakni Pulau Reni, Pulau Rutum, dan Pulau Abidon yang masuk dalam wilayah Distrik Kepulauan Ayau, sementara Pulau Dorehkar yang menjadi tujuan terakhir masuk dalam Distrik Ayau. (OL-1)

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More