Gamer Punya Konektivitas Otak yang Lebih Baik

Penulis: (Sciencealert/*/Rkp/L-2) Pada: Sabtu, 15 Des 2018, 06:55 WIB Weekend
Gamer Punya Konektivitas Otak yang Lebih Baik

SHUTTERSTOCK

BARU-BARU ini tim yang beranggotakan para peneliti dari Universitas Sains Elektronik dan Teknologi Tiongkok serta Universitas Macquarie di Sydney menggunakan pemindaian fungsional MRI (FMRI) untuk menganalisis otak dari 27 gamer yang telah mencapai tingkat profesional atau 'ahli'. Mereka memenangi kejuaraan regional dan nasional di League of Legends atau DOTA 2.

Pemindaian tersebut berfokus pada wilayah korteks insuler otak, yang dianggap terkait dengan fungsi kognitif 'lebih tinggi' yang sering hanya terlihat pada manusia dan kera besar, seperti pemrosesan bahasa, empati, dan belas kasih.

Hasilnya, para peneliti menemukan mereka memiliki tingkat konektivitas fungsional dan volume materi abu-abu yang tinggi di subreguler insuler. Diketahui, materi abu-abu ialah bagian yang bertanggung jawab untuk kontrol otot dan keterampilan persepsi sensorik, seperti melihat dan mendengar, fungsi memori, emosi, pidato, dan pembentukan keputusan. Namun, bukan berarti para peneliti menyarankan semua orang harus bermain game secara intensif untuk mengembangkan kemampuan otak. Para peneliti mengatakan bahwa tugas yang berulang dan berbasis keterampilan, seperti olahraga, melukis, dan mengemudi, amat mungkin akan memiliki efek yang serupa.

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More