Rahasia Umur Panjang Kura-Kura Rahasia Galapagos

Penulis: Alya Agustin/(Newsweek/Nature/*/L-1/M-1) Pada: Sabtu, 15 Des 2018, 06:30 WIB Weekend
Rahasia Umur Panjang Kura-Kura Rahasia Galapagos

AFP

Penelitian menunjukkan jika kura-kura Galapagos memiliki gen yang mampu melawan kanker hingga sistem imun yang bagus.

KURA-KURA raksasa Galapagos ialah satu dari makhluk yang hidup paling lama di bumi. Umur kura-kura tersebut sering kali mencapai lebih dari 100 tahun.

Pada publikasi di jurnal Nature Ecology & Evolution baru-baru ini, peneliti melakukan fokus studi pada dua kura-kura, salah satunya bernama Lonesome George. Kura-kura jantan Pulau Pinta (Chelonoidis abingdonii) itu merupakan individu terakhir dari spesiesnya.

Spesies itu sudah punah sejak kematian Lonesome George pada 2012. Namun, ia dan kura-kura raksasa lainnya di Kepulauan Galapagos masih menyisakan petunjuk genetika yang menjadi bahan penelitian para ahli. Petunjuk genetika itu dianalisis oleh tim peneliti gabungan dari Universitas Yale, Universitas Oviedo di Spanyol, Galapagos Conservancy, dan Galapagos National Park Service.

Dari hasil penelitian ditemukan ternyata kura-kura, seperti George, memiliki variasi gen yang terkait dengan sistem imun, perbaikan DNA yang cepat, dan pertahanan alami melawan kanker. Variasi gen tersebut tidak ditemukan pada vertebrata berumur pendek.

Tim peneliti kemudian membandingkan gen dari Lonesome George dengan kura-kura raksasa Aldabra dari Seychelles atau Seiselensa yang merupakan sepupu dekat George. Kedua spesies itu hidup lebih daripada 100 tahun. Kura-kura Aldabra bahkan dirumorkan telah bertahan hidup sekitar 250 tahun.

DNA dari keduanya kemudian dibandingkan di antara berbagai hewan lain untuk menemukan hasilnya, termasuk DNA manusia dan beberapa DNA hewan seperti ayam, Flycatcher (burung), tikus, anjing, dan tokek.

Lonesome George berusia sekitar 100 tahun ketika meninggal. "Lonesome masih memberi kita pengetahuan setelah kepergiannya," kata Adalgisa Gisella Caccone, peneliti senior dari Departemen Ekologi dan Biologi Evolusi Universitas Yale yang terlibat dalam penelitian tersebut.

Caccone mulai mengurutkan seluruh genom Lonesome sejak 2010. Itu dilakukannya untuk mempelajari evolusi populasi kura-kura di Galapagos.

Setelah Caccone menyelesaikan pekerjaannya, rekan penelitinya Carlos Lopez-Otin dari Universitas Oviedo mengambil alih dengan menganalisis data tersebut dan spesies kura-kura lain untuk mencari variasi gen terkait dengan umur panjang.

Diperkirakan sudah 5 subspesies dari kura-kura Galapagos yang punah sejak mereka pertama kali dipelajari oleh Charles Darwin. Lebih dari 100 ribu kura-kura dibunuh pada zaman pemburu, bajak laut, dan penangkap ikan paus. Mereka memakan kura-kura dalam perjalanan mereka di lautan.

Hewan lainnya yang berusia panjang, yaitu paus kepala busur, diketahui memiliki masa hidup sekitar 200 tahun. "Kami telah merumuskan sembilan tanda penuaan, dan setelah mempelajari 500 gen berdasarkan klasifikasi tersebut, kami menemukan varian tertentu berpotensi memengaruhi enam keistimewaan yang dimiliki kura-kura raksasa, dan ini membuka jalur baru untuk penelitian tentang penuaan," ujar Lopez-Otin.

Berita Terkini

Read More

Poling

Minggu (17/3) digelar debat ketiga Pilpres 2019. Debat kali ini diikuti oleh Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Sandiaga Salahudin Uno. Debat ini akan mengangkat tema pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya. Menurut Anda siapa yang akan unggul dalam debat kali ini?





Berita Populer

Read More