DKI Siapkan ITF ala Eropa

Penulis: (Ssr/J-1) Pada: Sabtu, 15 Des 2018, 05:35 WIB Megapolitan
DKI Siapkan ITF ala Eropa

ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjamin tempat pengolahan sampah dalam kota untuk pembangkit listrik (intermediate treatment facility (ITF) yang akan dibangun pada 2019 akan ramah lingkungan. ITF yang akan dibangun di kawasan Sunter, Jakarta Utara, itu, akan mengacu pada standar lingkungan tertinggi seperti di Uni Eropa.

Ketua Tim Penyusun Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) ITF Sunter, Novianto Hadi Suwito, memaparkan sistem pengolahan gas sisa di ITF Sunter dirancang sesuai dengan ketentuan Uni Eropa. Sistem itu mengacu pada baku mutu dari European Parliament and The Council Directive No 2010/75/EU Annex VI.

"Ketentuan Uni Eropa menerapkan baku mutu emisi yang lebih ketat dibandingkan aturan di Indonesia," kata Novianto saat pembahasan dokumen Amdal dan rencana pengelolaan lingkungan hidup dan rencana pemantauan lingkungan hidup (RKL-RPL) di Kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, kemarin.

Dia menambahkan, Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No 70/2016 tentang Baku Mutu Emisi Usaha dan/atau Kegiatan Pengolahan Sampah secara Termal memberi batas baku mutu total partikel 120 mg/Nm3. Sementara itu, standar Uni Eropa, ambang batas emisi yang ditoleransi maksimal hanya 10 mg/Nm3.

Tak cuma itu, mengenai baku mutu sulphur dioxide (SO2), dalam peraturan menteri itu diatur ambang batas maksimal 210 mg/Nm3. Namun, Uni Eropa mensyaratkan standar yang jauh lebih ketat, yaitu harus di bawah 50 mg/Nm3.

"Begitu pun untuk parameter lingkungan yang lain, standar Uni Eropa jauh lebih ketat," lanjut Novianto.

Di luar program ITF Sunter, lanjut Novianto, proyek itu juga mampu membuka dan menyerap lapangan kerja sebanyak 7.000 orang.

Proyek strategis

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Isnawa Adji menjelaskan, pembangunan ITF di DKI Jakarta mendesak. Hal itu karena produksi sampah di Jakarta sangat tinggi, yang mencapai 7.000 hingga 8.000 ton per hari. "Pola penimbunan sampah di TPST Bantargebang tidak dapat menyelesaikan masalah sampah karena kapasitasnya yang hampir melampaui batas," kata Isnawa.

Dia menambahkan, Pemprov DKI sudah menyiapkan rencana pembangunan ITF di beberapa lokasi di dalam Kota Jakarta. "Untuk yang pertama, kita bangun ITF Sunter, lalu kita bangun di beberapa lokasi lainnya. Kita harus mengurangi ketergantungan Ibu Kota terhadap tempat pengolahan sampah terpadu di luar daerah," katanya.

Selain menjadi ITF pertama yang akan dibangun di Indonesia, ITF Sunter juga menjadi proyek strategis nasional dalam bidang energi. Dasar hukumnya ialah Peraturan Presiden (Perpres) No 35/2018.

Berita Terkini

Read More

Poling

Debat perdana Pilpres 2019 menjadi ajang untuk menunjukkan impresi para kandidat Pasangan Calon Capres-Cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin dan nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Menurut Anda siapa yang unggul di debat perdana ini?





Berita Populer

Read More